Sidak Kadis Perkimtan Kab.Cirebon, Diharapkan Mampu Menepis Segala Permasalahan Rutilahu PEN Desa Setu Wetan

 

Kab.Cirebon Kontroversinews.com Maraknya pemberitaan miring dari sejumlah media terkait program dari dinas perumahan dan kawasan permukiman (disperkim) propinsi jawa barat yang bernama Rutilahu PEN (pemulihan ekonomi nasional) yang diambil dari sisa anggaran lelang proyek yang ada diwilayah propinsi Jawa Barat di desa Setu Wetan, kecamatan wWeru kabupaten Cirebon.

Kepala dinas perumahan, kawasan permukiman, dan pertanahan kabupaten Cirebon turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke desa Setu Wetan pada hari jum’at 17 desember 202.

Ada yang unik dari sosok kepala dinas yang satu ini, datang tanpa pemberitahuan dan langsung minta pemerintahan desa setu wetan mengawalnya kesetiap warga penerima program atau yang biasa disebut KPM (keluarga penerima manfaat) dengan acak lewat cara pengundian nama KPM dengan sistem koclok bak buka arisan.

Karena mengingat dan menimbang jadwal dan waktu kerja yang begitu sibuk serta padat dari waktu yang kadis perkimtan kab. Cirebon punya, dipilihlah 9 KPM saja.

Proses sidakp pun dimulai tanpa adanya pengawalan dari LPM (lembaga pemberdayan masyarakat) selaku pelaksana program rutilahu pen propinsi tersebut pada awalnya.
Ketika kadis perkimtan tiba dirumah KPM pertama dalam undian bak arisan tadi, barulah LPM berdatangan dengan kesan wajah yang teramat kaget. bukan tanpa sebab, kekagetan tersebut dikarenakan.

LPM yang sebagai tuan rumah, tidak bisa memberikan sambutan yang layak.dirumah pertama keluarga penerima manfaat rumah tidak layak huni (KPM rutilahu) dari 4 rumah diblok grewal yang disidak sang kadis.

Wawancara berlangsung cukup bersahabat, tanpa skenario yang dibuat-buat. wawancara kadis perkimtan dengan si KPM pun berjalan lancar dan tidak ditemui kejanggalan sedikitpun di blok grewal tersebut, selanjutnya sidak dilanjutkan dengan mendatangi lagi 5 rumah KPM yang berada diblok kedung bawang. hasilnyapun sama, tidak ada kejanggalan apapun disitu. bahkan terlihat cukup antusias, dengan lugas si KPM menjelaskan rasa senangnya walau sedikit berkeberatan dengan peraturan dari dinas perkim jawa barat tentang KPM yang ikut program ini haruslah mempunyai swadaya.

Karena dari awal program rutilahu ada, itu indentik dengan cap rakyat miskin. yang jangankan untuk berswadaya dalam membangun rumahnya agar layak untuk ditempati, untuk keperluan makan sehari-hari saja kadang ada kadang tidak.

Hal inilah (rutilahu berswadaya,red) menjadi polemik yang berkepanjangan diwilayah kabupaten cirebon, bahkan disinyalir akan terus dicari-cari kesalahannya oleh segelintir oknum penggiat kontrol sosial.

Ditemui disela-sela kesibukannya dalam mendampingi kepala dinas perumahan, kawasan permukiman, dan pertanahan kabupaten cirebon yang melakukan sidak. salahsatu anggota lembaga pemberdayaan masyarakat yang tidak mau disebut namanya disini, saat dimintai komentar terkait kunjungan kadis yang begitu mendadak mengatakan “awalnya kami pengurus lpm kaget mas, bukan kaget karena khawatir kesalahan yang disematkan oknum-oknum kekami ketahuan sama pak kadis. Tapi kaget karena kami tidak bisa memberikan sambutan yang layak untuk beliau, masa kita tuan rumah tidak ada penghormatan sedikitpun kan lucu. karena hal itulah kagetnya kami, dan terkait permasalahan yang kata oknum ada salah. kami buktikan hari ini, disini. disaat pak kadis perkimtan kabupaten cirebon melakukan sidak, yang mungkin beliau ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi. Hingga banyaknya berita miring tentang rutilahu pen desa setu wetan seperti menjadi tranding topic, akhir-akhir ini. kami para pengurus lpm selaku pelaksana kegiatan rutilahu ini, sudah mencoba melaksanakannya dengan maksimal. jadi kalau ada orang yang mempermasalahkannya, kami yang merasa benar. akan selalu seperti itu, sampai kapanpun” ujarnya.

hingga berita ini diturunkan, wartawan media ini belum sempat meminta komentar dari kadis yang bersangkutan atas kunjungan sidaknya kedesa setu wetan tersebut. (KUSYADI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *