Diamuk Warga, 3 Motor DC Dilempar ke Sungai di Tasikmalaya

- Pewarta

Jumat, 9 April 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

3 unit sepeda motor debt collector yang dilempar warga ke sungai.

3 unit sepeda motor debt collector yang dilempar warga ke sungai.

TASIKMALAYA (Kontroversinews.com) – Warga membuang tiga unit sepeda motor milik debt collector ke sungai di pinggir jalan raya. Ketiga sepeda motor kondisnya rusak parah karena sempat dirusak warga.

Beruntung Polisi cepat datang ke lokasi kejadian sehingga bisa menyelamatkan debt collector dari amuk massa, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (7/5/2021).
Menurut Yoyok Prayogo warga setempat, aksi amuk massa terekam video amatir, dimana puluhan warga melakukan penyerangan kepada sejumlah debt collector yang sedang berada di lokasi.

Keberadaan debt collector di lokasi kejadian membuat warga resah karena sering memberhentikan motor motor milik warga yang melintas dan kemudian memeriksa kelengkapan surat kendaraannya.

Dalam video amatir juga terlihat seorang debt collector yang badannya gumpal dihajar massa meski sempat meminta ampun namun tetap dihajar warga hingga babak belur.

“Sebelum kejadian para debt collector berkumpul tak jauh dari warungnya dan mencegat motor salah seorang warga sekitar yang kemudian tidak berapa lama datang puluhan warga yang kemudian melakukan penyerangan dan memukuli debt collector dan membuang tiga motornya ke sungai,” kata Yoyok Prayogo.

Beruntung, kata dia, Polisi dari Polsek Kawalu dan Polres Tasikmalaya segera datang ke lokasi kejadian dan berhasil menyelamatkan debt collector dari amuk massa sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Selain menyelamatkan dua orang debt collector yang dihajar massa dan membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Polisi juga mengamankan tiga unit motor milik yang dirusak dan dibuang oleh warga ke dasar sungai.

Kasus penganiayaan debt collector oleh puluhan warga di Tasikmalaya Jawa Barat yang videonya viral di media sosial saat ini masih dilakukan penyelidikan oleh polisi.

Kasatreskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Septiawan Adi Prihartono mengatakan, menurut hasil pemeriksaan kejadian ini berawal pada hari Sabtu lalu debt collector tersebut memeriksa kelengkapan kendaraan milik seorang warga. Namun tiba-tiba pada Rabu (7/4/2021) puluhan warga tiba-tiba menyerang ke tempat kumpul debt collector.

Dalam insiden penganiayaan tersebut, kata dia, pihaknya berhasil mengamankan dua orang debt collector dari amukan massa. “Kondisinya saat ini mengalami luka-luka di tubuhnya dan kedua debt collector sudah dibawa le rumah sakit untuk menjalani perawatan medis karena mengalami luka luka,” timpalnya dilansir dari Sindonews.

Dugaan awal, lanjut dia, permasalahan dalam insiden penganiayaan itu bermula ketika adanya pemeriksaan sepeda motor milik warga oleh debt collector yang dilakukan pada hari Sabtu lalu. Kemudian pemilik sepeda motor dan warga melakukan penyerangan ke tempat kumpul debt collector pada hari Rabu kemarin.***AS

Berita Terkait

Satreskrim Polres Cirebon Kota Bekuk Dua Residivis Curanmor
Gerak Cepat Polisi Amankan Pelaku Penganiyaan di Pegambiran, Barang Bukti Diamankan
Penjualan Obat Golongan G Sembunyi di Gang Sempit, Kinerja APH Dipertanyakan
Tak Disangka dari Lingkungan Permukiman, Polisi Temukan Ribuan Pil Berbahaya Tanpa Izin Edar
Penjualan Obat Diduga Ilegal di Cikopo Kian Terbuka, Aparat Dinilai Tutup Mata
Warung Obat Ilegal Kembali Beroperasi Meski Pernah Ditutup, Diduga Kebal Hukum dan Ada Bekingan Oknum
Edarkan Obat Keras Ilegal, Dua Pria Diciduk Satresnarkoba Polres Garut
Penjualan Obat Golongan G Berkedok Bengkel Motor, Hukum Seolah Mati di Kuningan

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 10:51

Satreskrim Polres Cirebon Kota Bekuk Dua Residivis Curanmor

Jumat, 30 Januari 2026 - 00:06

Gerak Cepat Polisi Amankan Pelaku Penganiyaan di Pegambiran, Barang Bukti Diamankan

Senin, 26 Januari 2026 - 10:49

Penjualan Obat Golongan G Sembunyi di Gang Sempit, Kinerja APH Dipertanyakan

Senin, 26 Januari 2026 - 10:46

Tak Disangka dari Lingkungan Permukiman, Polisi Temukan Ribuan Pil Berbahaya Tanpa Izin Edar

Jumat, 23 Januari 2026 - 18:54

Penjualan Obat Diduga Ilegal di Cikopo Kian Terbuka, Aparat Dinilai Tutup Mata

Berita Terbaru