Densus 88 Ringkus Terduga Teroris di Desa Pasirmulya

- Pewarta

Jumat, 5 April 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANJARAN | Kontroversinews – Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 meringkus salah seorang terduga teroris berinisial TK (33) di Desa Pasirmulya, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Rabu (3/4) sore kemarin. Diduga yang bersangkutan merupakan jaringan teror Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Tim Densus kemudian menggeledah rumah terduga di Desa Sindangpanon dan mengamankan beberapa barang yang membahayakan. Terduga sendiri telah dibawa ke Mabes Polri. Ketua RW 15, Ikhsan Yuniwar (52) membenarkan peristiwa tersebut sekaligus kaget salah seorang warganya diduga terlibat dalam jaringan teror.

“Tidak menyangka (TK ditangkap),” ujarnya saat ditemui di rumahnya, Kamis (4/4). Ia menuturkan, jika TK tinggal di wilayah tersebut sejak 2012. Namun, secara resmi menjadi warga RW 15 sejak 2014. Diketahui, menurutnya, TK berasal dari Kota Bandung.

Selama ini, dirinya mengenal TK sebagai sosok pengusaha pakaian yang aktif di dalam kegiatan mesjid setempat periode 2012-2013. Ia mengatakan, usaha yang dijalankan oleh warganya tersebut dilakukan secara online.

Tidak hanya itu, sosok TK dikenal baik dan mudah bersosialisasi. Bahkan warganya tersebut pada 2012-2013 pernah dijadwalkan mengisi kultum di salah satu mesjid yang berada di lingkungan pemukiman. “Yang bersangkutan sering salat subuh, magrib dan isya di Masjid,” katanya.

Namun, ia melihat jika yang bersangkutan terbilang fanatik. Bahkan, pada satu kesempatan diskusi di 2013 seusai salat subuh, menurutnya, TK mennyampaikan pandangannya jika ia tidak menerima sistem pemerintahan Indonesia.

“Pas beres salat subuh pernah diskusi, (ia) tidak pernah nerima sistem pemerintah kita. Harus ada konsep Islam. Kalau mau konsep Islam, dalami dulu Al-quran,” ujarnya menyampaikan pandangan kepada TK saat dulu.

Ikhsan melanjutkan, sosok TK yang memiliki istri berinisial YF (35) pun dikenal dermawan sebab pernah saat Lebaran Idul Adha menyalurkan kurban 1 ekor sapi. Tidak hanya itu, usaha yang dijalankannya pun terbilang berkembang dan maju.

Namun, dirinya menceritakan sejak menjabat sebagai ketua RT pada 2013, perilaku TK cenderung berbeda jika saat bertemu. “Kalau ketemu kaya yang gak kenal saya. Pernah ketemu, biasa aja (sikapnya),” katanya.

Padahal menurut Ikhsan, beberapa waktu sebelumnya, jika diajak berbicara terbilang komunikatif. Ia pun mengaku terakhir bertemu dengan TK pada Jumat dua pekan lalu.

(Lily Setiadarma)

Berita Terkait

Satreskrim Polres Cirebon Kota Bekuk Dua Residivis Curanmor
Gerak Cepat Polisi Amankan Pelaku Penganiyaan di Pegambiran, Barang Bukti Diamankan
Penjualan Obat Golongan G Sembunyi di Gang Sempit, Kinerja APH Dipertanyakan
Tak Disangka dari Lingkungan Permukiman, Polisi Temukan Ribuan Pil Berbahaya Tanpa Izin Edar
Penjualan Obat Diduga Ilegal di Cikopo Kian Terbuka, Aparat Dinilai Tutup Mata
Warung Obat Ilegal Kembali Beroperasi Meski Pernah Ditutup, Diduga Kebal Hukum dan Ada Bekingan Oknum
Edarkan Obat Keras Ilegal, Dua Pria Diciduk Satresnarkoba Polres Garut
Penjualan Obat Golongan G Berkedok Bengkel Motor, Hukum Seolah Mati di Kuningan

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 10:51

Satreskrim Polres Cirebon Kota Bekuk Dua Residivis Curanmor

Jumat, 30 Januari 2026 - 00:06

Gerak Cepat Polisi Amankan Pelaku Penganiyaan di Pegambiran, Barang Bukti Diamankan

Senin, 26 Januari 2026 - 10:49

Penjualan Obat Golongan G Sembunyi di Gang Sempit, Kinerja APH Dipertanyakan

Senin, 26 Januari 2026 - 10:46

Tak Disangka dari Lingkungan Permukiman, Polisi Temukan Ribuan Pil Berbahaya Tanpa Izin Edar

Jumat, 23 Januari 2026 - 18:54

Penjualan Obat Diduga Ilegal di Cikopo Kian Terbuka, Aparat Dinilai Tutup Mata

Berita Terbaru