Terganggu Suara Bangunkan Sahur, Pria di Batam Tenteng Parang ke Masjid

- Pewarta

Kamis, 14 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkap Layar Video

Tangkap Layar Video

BATAM Kontroversinews.com Seorang pria di Kampung Tua Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, Kepulauan Riau viral di media sosial lantaran aksinya membawa parang masuk ke masjid sambil marah-marah.

Pria berinisial NZ warga setempat mendatangi remaja masjid yang sedang membangunkan warga untuk sahur. Dia sempat mengacungkan parang pada remaja yang sedang berkumpul.

Kemudian datanglah jemaat yang menarik tangan NZ dan mendorongnya untuk melepaskan parang. Dia membawa sekitar tiga orang untuk menjaga dia sampai dia akhirnya merilis parang. Kronologi kejadian dimulai ketika NZ merasa terganggu ketika membangkitkan Sahur, yang dianggap mengganggu waktu istirahat. Dia memiliki tepuk tangan dengan masjid remaja, tetapi bisa dibungkam oleh warga yang bangun setelah mendengar keributan.

Setelah pertarungan dengan masjid, NZ kembali ke rumah. Kelompok masjid yang pada saat itu akan keluar dianggap NZ akan menyerangnya sehingga checkcock akan kembali. Saat itulah NZ mengubah parangnya untuk menyakiti seorang remaja bernama, misalnya. Sebelum keributan diperpanjang, warga segera dipisahkan dan menghubungi polisi.

Ketua polisi Lubuk rendah, Kompol Budi Hartono, mengatakan bahwa NZ adalah warga setempat yang rumahnya berada di dekat masjid. “NR ini juga seorang Muslim dan belum menjadi masalah dengan penduduk. Dia bilang dia terganggu oleh suara bangun dan mengambil parang sendirian untuk menggertak,” kata kepala polisi pada hari Rabu (13/4/2022) .

Ketika Anda ditanya, NZ menyesali tindakan Anda. Dia menegaskan bahwa ketika dia disebabkan oleh emosi dan telah meminta maaf dengan semua penghuni. Bahkan dia berjanji untuk tidak mengulangi tindakannya.

Kasus ini sudah ditangani Kantor Polisi Rendah Lubuk. Atas dasar perjanjian dengan kedua belah pihak, mereka saling memaafkan dan berdamai.

 

Berita Terkait

APBDes Ngamprah 2024 Disorot: Banyak Anggaran Tidak Jelas, Kades Enggan Beri Jawaban
Skandal Asusila Kepsek Ciawigebang, Marwah Pendidikan Kuningan Terkoyak
Diduga Dana Paret Desa Macet, Ada Apa dengan BPKAD Kuningan…?
Warga Resah, Guest House di Bojongsoang Diduga Jadi Tempat Prostitusi Terselubung
Aroma Bisnis di Sekolah Negeri: SMPN 2 Dayeuhkolot Diduga Jual Seragam
FK-GOL: Kasus Kades Padamenak Murni Pelanggaran Etika Moral yang “Bejad”
Astaga! Tanah Warga Tiba-Tiba Berpindah Nama, Diduga Ulah Kades Nakal di Agrabinta
SPPG Selacau Diminta Tingkatkan Kualitas Usai Insiden Keracunan

Berita Terkait

Rabu, 19 November 2025 - 22:46

APBDes Ngamprah 2024 Disorot: Banyak Anggaran Tidak Jelas, Kades Enggan Beri Jawaban

Selasa, 18 November 2025 - 08:10

Skandal Asusila Kepsek Ciawigebang, Marwah Pendidikan Kuningan Terkoyak

Senin, 10 November 2025 - 21:47

Diduga Dana Paret Desa Macet, Ada Apa dengan BPKAD Kuningan…?

Senin, 3 November 2025 - 13:28

Warga Resah, Guest House di Bojongsoang Diduga Jadi Tempat Prostitusi Terselubung

Rabu, 22 Oktober 2025 - 16:22

Aroma Bisnis di Sekolah Negeri: SMPN 2 Dayeuhkolot Diduga Jual Seragam

Berita Terbaru