Keren ! Warung Kopi Hitam Putih Happy Farm Suguhkan Kopi Kelas Internasional dengan Harga Lokal

oleh -401 Dilihat

CIWIDEY Kontroversinews.com Penikmat kopi di tanah air bisa menjajal warung Kopi Hitam Putih jika suatu ketika berkunjung ke objek wisata Ciwidey  di kawasan Bandung Selatan. Warung kopi ini menyuguhkan kopi kelas internasional dengan harga lokal. Namanya: Warung Kopi Hitam putih Happy Farm

Manager operasional Warung Kopi Hitam putih Happy Farm Tono Suhendra mengatakan, Warung Kopi Hitam Putih asalnya mengacu ke kopi gunung.

“Kita melihat kopi gunung itu selalu banyak pengunjung dari kalangan menengah ke bawah. Maka kami inisiatif merubah konsep,” katanya.

Konsep yang dimaksud Tono Suhendra, yakni tidak seperti resto yang bisa menimbulkan kesan mahal, tetapi konsep warung kopi agar lebih familiar. “Terus kami fasilitasi dengan harga terjangkau. Harga dari Rp 15 ribu  sampai Rp 25 ribu. Capocino 25 ribu, kalau di satrpak kan harganya 60 ribuan. Kita mensosialisasikan bahwa kopi-kopi di kelas besar harganya terjahkau,” tutur Tono.
Fasilitas di Warung Kopi Hitam Putih Happy Farm  ada  100 meja di ruang 2 lantai. Buka hari biasa dari jam 10 sampai jam 4 sore. Sedangka di hari Minggu lebih pagi, dengan menyajikan menu umum kopi kapucino, mokacino, Ekspreso, Amerikano,  ada dari  Liwa, Toraja, Dieung dan dari Lampung.

“Awalnya kebanyakan pengunjung tdak tahu ada kopi itu, tahunya kopi hitam. Begitu ditanya mau rasa apa, baru mereka mengerti,” ujar Tono.
Yang menjadi ikon Warung Kopi Hitam Putih menurut Tono, kopi-kopi dari strapak kelasnya internasional dengan harga lokal. Produksi pakai mesin.

Sementara itu,  Supervisor Operasional Happy Farm, Iyan Sopian, mengatakan dalam menyambut Natal dan tahun baru tak ada bedanya dengan hari-hari biasa, namun siap melayani pengunjung dengan protokol kesehatan ketat sesuai anjuran pemerintah.

Happy Farm Ciwidey dibangun di atas tanah seluas 1,5 hektare, menawarkan wahana lebih mengedepankan pemandangan dan edukasi untuk anak-anak tentang jenis kelinci dan domba serta jenis hewan lainya.

Ia berharap saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), jumlah kunjungan bisa meningkat.

Iyan menekankan bahwa wahana wisata aman karena menerapkan protokol kesehatan ketat.

“Prokes itu tetap yang paling utama, dari mulai pengecekan suhu tubuh, wajib cuci tangan, dan pakai masker itu harus, jadi masyarakat nggak perlu khawatir kalau mau berkunjung,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *