Viral, Tanah Kuburan di Padang Pariaman Tiba-tiba Meninggi

oleh -2 views
(Foto/Tangkap layar yang beredar di Sosial Media)

PADANG PARIAMAN (Kontroversinews.com) – Peristiwa aneh terjadi di Korong atau Kampung, Sungai Asam, Nagari Sungai Asam, Kecamatan 2×11 Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Sebuah kuburan di area permakaman umum yang ada di tempat itu tiba-tiba meninggi.

“Iya. Tiba-tiba saja, tanahnya naik. Terus meninggi, sehingga mengagetkan kami warga di sini,” kata Wali Korong Sungai Asam, Anuar, Kamis (25/3/2021) malam.

Anuar mengaku tidak tahu persis sejak kapan kuburan tersebut meninggi. Ia menyebut tidak ada tanda-tanda bahwa kuburan itu memang sengaja dibuat tinggi. Batu nisan tidak rusak sama sekali, melainkan ikut naik.

“Yang jelas sekarang itu tingginya sudah mencapai satu setengah meter, dengan lebar dan panjang sekitar tiga hingga tiga setengah meter. Yang naik juga hanya kuburan di situ. Kuburan yang bersebelahan, normal seperti biasa,” ujar Anuar pada Detikcom.

Meningginya kuburan itu membuat 3 makam di sekitarnya terdampak sehingga makam itu ikut meninggi.

“Banyak kuburan di sana. Salah satu adalah yang tanahnya meninggi itu. Tidak ada nama di batu nisannya. Meningginya tanah kuburan itu ikut membawa tiga pusara lainnya yang ada di sekitar. Jadi, ikut tinggi juga,” ucap Anuar.

Anuar menyebut tinggi kuburan aneh itu terus bertambah. kini mencapai 1,5 meter dengan diameter 3-3,5 meter.

“Dalam 15 hari terakhir, tingginya semakin bertambah. Dulu memang agak tinggi juga jika dibanding (kuburan) yang lain, tapi tidak seperti sekarang. Sekarang sudah semakin bertambah,” ujarnya.

Video tentang kuburan yang tiba-tiba meninggi itu juga beredar luas di media sosial (medsos). Banyak orang yang datang ke lokasi untuk melihat langsung kejadian itu.

Saat ini, pihak pemerintah kampung memasang tali sebagai pagar sementara di sekitar area kuburan untuk menghindari terjadinya perusakan.

“Kita bersama alim ulama memasang tali sebagai pagar sementara untuk menghindari warga yang berkunjung masuk atau menginjak kuburan,” kata Anuar.

Ahli geologi, Ade Edwar, mengatakan fenomena yang terjadi di Kabupaten Padang Pariaman tersebut perlu dipastikan alamiah atau bikinan oknum tertentu untuk membuat sensasi.

“Perlu dipastikan dulu apakah fenomena ini memang alamiah, karena bisa saja ini dibikin oknum tertentu untuk membuat sensasi,” kata Ade Edwa, Jumat (26/3).

Meski demikian, Ade menyatakan tanah yang tiba-tiba meninggi atau yang dikenal dengan ‘tanah tumbuh’ itu sering terjadi.

“Sepanjang patahan Sumatera, banyak ‘tanah tumbuh’ ini, namanya diapir. Diapir adalah penerobosan (intrusi) batuan karena perbedaan tekanan dan bouyancy. Penerobosan biasanya vertikal melibatkan batuan berdensitas rendah yang relatif mobile menerobos batuan berdensitas lebih tinggi, biasanya melalui rekahan (fracture). Diapir ini bisa di mana saja terjadi,” katanya.

“Disamping fenomenologi diapir, hal lain bisa juga karena adanya patahan, seperti kejadian di pinggir jalan di Lubuk Selasih sebelum Mapolres Solok beberapa waktu lalu, di mana tanah daerah tersebut juga naik terus akibat tekanan dari patahan Sumatera,” tambah dia.***AS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *