Terkait Dugaan Pencurian BBM, BBC Layangkan Surat ke DPKP

BANDUNG – Ketua Non Litigasi LBH BBC Bachelors Christopher Hidayat mengaku mendapat sikap kurang baik dari Kepala UPT Penghijauan dan Pemeliharaan Pohon, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung Kota Bandung Roslina, Saat mengadukan temuan dugaan pencurian BBM kendaraan Operasional kedinasan oleh dua orang PHL dilingkungan Kantor tersebut.

 

Christopher mengaku, dirinya disuguhkan dengan mimik yang terkesan arogan dan dinilai tidak senang dengan kedatangan BBC Bachelors saat pihaknya mengadukan bukti video dugaan pencurian BBM ke Kepala UPT Roslina, “Jadi sewaktu datang dengan mimik muka yang satu mungkin arogan, merasa tidak senang dengan kedatangan kami sebagai sosial kontrol. kalau kata orang sunda bilang teugeug,”Kata Christopher. (26/9) Malam.

 

Lanjut Dia, Jawaban dari Kepala UPT Roslina saat itu dinilai kurang memuaskan lantaran menyampaikan kejadian itu merupakan hal yang wajar dan langsung melontarkan tantangan hukum,”Kami sudah ngobrol dengan tim biro hukum kami dan kami siap melayani bapak mau lapor kemana dari tim biro hukum kami, seperti itu.”Ungkap Christopher menyampaikan jawaban yang didapat dari Kepala UPT Roslina.

 

Lantaran tidak puas dengan jawaban yang didapat dari kepala UPT Roslina, Christopher melayangkan surat ke Kepala DPKP Kota Bandung pada Senin 26 September 2022 untuk meminta audensi seputar aturan menyangkut kejadian tersebut, “Apakah memang diperbolehkan? Ada beberapa pertanyaan dari kami selaku sosial kontrol. Apakah memang diperbolehkan seperti jawaban dari bu Ros. Kalau memang ada saya butuh buktinya saja dan aturannya yang mana,” Tegas Christopher.

 

Menurutnya, jika hal ini merupakan hal biasa, artinya sudah menjadi kebiasaan yang sebaiknya tidak boleh dibiarkan lantaran dinilai dapat merugikan, “Apakah ini akan dibiarkan, apakah bisa, apakah itu bukan tindak pidana?,”tuturnya.

 

Menanggapi itu, Kepala UPT Penghijauan dan Pemeliharaan Pohon DPKP Kota Bandung Roslina kepada media menyampaikan, Sejauh ini pihaknya baik dalam merangkai kemitraan dengan pihak manapun. Dirinya mengakui karakter pribadinya memang dikenal tegas namun tidak bertujuan untuk memberi kesan arogan.

 

“Sejauh ini kami selalu membuka peluang kerjasama dan bermitra dengan organisasi manapun, dan apa yang bisa kami bantu, kami selalu bantu,” Kata Roslina, melalui Telpon WhatsApp kepada Media, Selasa 27 September 2022, Siang.

 

Selain itu Roslina mengaku, munculnya lontaran tantangan hukum dari pihaknya lantaran dipicu adanya perkataan ‘Mana Ada Maling Ngaku’ yang diterima saat menerima aduan dari Ketua Non Litigasi BBC Bachelors Christoper.

 

Diberitakan Sebelumnya, Ketua Non Litigasi LBH BBC Bachelors Christopher Hidayat mengaku menyaksikan langsung aksi dua oknum pegawai UPT Penghijauan dan Pemeliharaan Pohon Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung saat mengambil Bahan Bakar Minyak (BBM) ke salah satu sepeda motor plat hitam, dari jirigen Pertamax yang ada di salah satu kendaraan operasional kedinasan.

 

Dirinya mengaku, awalnya tidak sengaja melihat peristiwa dugaan pencurian BBM dari mobil operasional itu dan langsung menghampiri dua pegawai tersebut sembari melakukan perekaman video berdurasi kurang dari satu menit, untuk dijadikan alat bukti.

 

Ketika ditanyakan langsung, kedua orang tersebut tidak memberikan jawaban jelas dan langsung pergi meninggalkan lokasi kejadian, “Saya duga bahan bakar itu untuk genset, sama untuk gergaji mesin. Bahan bakar genset sama simso itu gak mungkin dimasukin ke mobil itu, pasti akan terpisah. Saya duga mereka mengambilnya yang dari situ,”Kata Christopher, Senin 26 September 2022.

 

Ia Mengungkapkan, Peristiwa itu bisa saja pertama kali diketahui oleh masyarakat dan bisa menjadi suatu kebiasaan, “Menurut saya itu yang ketahuannya, siang-siang kok. atau mungkin malah bisa menjadi kebiasaan.”Tuturnya.

 

Peristiwa itu terjadi di area Kantor UPT Penghijauan dan Pemeliharaan Pohon yang berlokasi di Jalan Pasirluyu Selatan, Pasirluyu, Kec. Regol, Kota Bandung, pada Jumat 12 Agustus 2022 lalu.

 

Christopher Menambahkan, setelah kejadian itu langsung dilakukan upaya konfirmasi ke Pimpinan UPT Penghijauan dan Pemeliharaan Pohon Roslina setelah diarahkan oleh Kasubagnya selang beberapa hari kejadian. Ia mengaku mendapat jawaban kurang memuaskan dari Kepala UPT Roslina saat mengadukan kasus tersebut dengan menyerahkan bukti video melalui flashdisk.

 

Masih Kata Christopher, Kepala UPT Roslina sempat menyampaikan tantangan ke BBC Bachelors untuk melakukan langkah hukum,”Kalau bapak gak suka atau seperti apa, saya sudah ngobrol dengan biro hukum kami dan kami siap melayani, bapak mau lapor kemana. Jawaban beliau simpel, pak anak buah saya sering membantu saya menggunakan kendaraan pribadi jadi hal tersebut wajar kalau mereka mengambil BBM dari mobil operasional tersebut,”Kata Christopher, Memperagakan jawaban yang didapat dari Kepala UPT Roslina.

 

Dikonfirmasi Media, Kepala UPT Penghijauan dan Pemeliharaan Pohon Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung Roslina membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya yang terjadi dilingkungan kantornya itu bukan merupakan tindak kejahatan.

 

“Kadang-kadang kan kalau ada pohon tumbang terus kelapangan kita selalu pake motor anak-anak yang plat hitam, nah kebetulan motor anak buah saya bensinnya habis. Boleh dong misalnya mengambil jatah, kan kebetulan motor anak buah saya bensin nya habis boleh dong, misalnya mengambil jatah dari untuk mesin pencacah dari jirigen,” Tutur Roslina, Senin, 26 September 2022 sore.

 

Roslina Menjelaskan, Dua orang PHL itu yang kebetulan mengambil BBM akibat bensinnya habis tidak dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan akan mengembalikan jatah BBM kendaraan operasional tersebut. Ia meyakini hal tersebut tidak bisa dikatakan pencurian.

 

“Dan kebetulan apesnya dan memang kesini tuh banyak LSM bolak balik dia memvideokan temen-temen lagi ngisi bensin, Kalau pun ada dugaan BBM operasional kantor dipakai untuk kepentingan pribadi kita tekor. Mengingat mobilitas operasional UPT Penghijauan dan Pemeliharaan Pohon tinggi,” Tutur Roslina.

 

Menurutnya mobilitas kendaraan operasional di UPT Penghijauan dan Pemeliharaan Pohon sangat tinggi bahkan kadang-kadang harus merogok uang pribadi untuk menutup kebutuhan BBM guna dilakukan pelayanan terhadap masyarakat.

 

“Semisal ada masyarakat yang meminta layanan survei pohon di masing-masing lokasi terus BBM Kami habis, emang masyarakat mau tahu hal seperti itu? Kan enggak makanya kita coba silang saling misalnya ada penebangan pohon tumbang kendaraan kita kan gak ada untuk mempercepat mobilitas berarti kan pakai motor, kalau pakai truk macet. Dan setahu saya yang namanya mencuri diam-diam, kan ini engga,” Tegasnya

 

Menurut Roslina, jika ada pencurian BBM akan mudah terditeksi karena sudah tercatat dalam manejemen UPT Penghijauan dan Pemeliharaan Pohon, “Apalagi dengan BBM yang sekarang naik, malah kita tekor kalau semua ngambil kuota jatah,”Tegas Roslina.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *