Positif COVID-19, Kapan Harus ke Rumah Sakit?

oleh -5 views
Pasien covid-19()

Kontroversinews.com –  Pasien Covid sebaiknya memang mencari pertolongan medis ke rumah sakit, dan tidak semua bisa isolasi mandiri (isoman). Isoman bisa untuk orang yang bergejala ringan.

Menurut Praktisi kesehatan dari Siloam Hospital Karawaci dr Vito A Damay, SpJP, berikut tanda- tanda pasien COVID-19 yang memang harus ke rumah sakit.

1. Pernapasan tinggi

Menurut dr Vito, frekuensi pernapasan manusia normalnya 12-20 kali permenit dalam kondisi istirahat. Jika melebihi 24 kali permenit, maka sebaiknya pasien COVID-19 pergi ke rumah sakit.

2. Saturasi turun

Oximeter untuk mengukur saturasi oksigen menjadi perlengkapan wajib bagi pasien COVID-19, termasuk yang menjalani isolasi mandiri. Pasien COVID-19 yang mengalami happy hypoxia bisa mengalami kekurangan oksigen tanpa merasakan gejala apapun.

“Kekurangan oksigen, tapi nggak kerasa. Maka namanya happy hypoxia,” jelas dr Vito dilansir dari Detikcom.

Seseorang tidak sesak napas walaupun kadar oksigen dalam darah sudah turun. oleh karena itu, jika saturasi oksigen sudah di bawah 95 persen, disarankan untuk langsung ke rumah sakit.

3. Detak jantung naik

Denyut jantung di atas 120 bpm (beat per minute) juga menandakan kondisi yang harus diwaspadai. Jika memungkinkan, sebaiknya ke rumah sakit.

4. Kondisi lain

Beberapa kondisi yang juga sebaiknya diperhatikan adalah mual-muntah, serta demam yang tidak turun-turun.***AS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *