Kegiatan di Masjid Besar Ciwidey Dibatasi Gegara Corona

oleh -172 views
Masjid Agusng Ciwidey

CIWIDEY | Kontroversinews – SUASANA berbeda sangat terasa di Masjid Agung Ciwidey pada ramadan kini. Masjid terbesar di Desa Ciwidey Kecamatan Ciwidey Kab. Bandung ini, situasinya sama persis dengan masjid-masjid di daerah lain, sepi. Kegiatannya dibatasi gegara Corona. Padahal sebelum datang pandemi, masjid Ciwidey merupakan salah satu tempat ibadah yang banyak dikunjungi oleh masyarakat. Letaknya juga memang strategis, yaitu berada di jalur lintasan wisata Ciwidey-Kawah Putih.

Camat Ciwidey H. Karyadi Raharjo M.Si

Kendati begitu, Camat Ciwidey H. Karyadi Raharjo, mendukung langkah yang diambil oleh MUI Kecamatan Ciwidey, Ketua DKM Masjid Agung Ciwidey, dan KUA Kecamatan Ciwidey. Yaitu untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Corona (Covid 19), untuk sementara kegiatan di masjid Ciwidey pun tidak lagi dilakukan seperti sebelumnya.

“Ciwidey sebagai daerah wisata, daerah lintasan, bahkan jalannya pun sudah masuk jalan nasional. Oleh karenanya, kita tidak bisa menjamin jamaah yang datang bersih dari Virus Corona. Makanya, kami melakukan pembatasan aktivitas di mesjid,” tutur Karyadi di Ciwidey, Senin (27/4).

Kecamatan Ciwidey sendiri, lannjut Karyadi, sudah membuat gugus tugas pencegahan penyebaran Virus Corona yang didasarkan pada Instruksi Bupati Bandung, yang melibatkan seluruh stakeholder yang ada di Kecamatan. Selain itu, ditingkat desa juga sudah membuat gugus tugas, hingga ditingkat RW yang membuat Kampung Sabilulungan Lawan Corona.

“Semua itu sudah disampaikan kepada kepala desa, tinggal bagaimana mengimplementasikannya ditempat masing-masing,” sambungnya.

Selama pandemi, Karyadi berharap, masyarakat bisa melaksanakan himbauan dari pemerintah terkait dengan kegiatan untuk menghindari kerumunan atau physical distancing, selalu mencuci tangan dan menggunakan masker.

Mesjid Agung Ciwidey Kecamatam Ciwidey  terlihat tanpa karpet .

“Yang juga perlu diwaspadai saat pandemi Virus Corona adalah orang tanpa gejala (OTG). Kepada perangkat desa juga untuk melakukan pendataan warganya yang baru datang dari wilayah zona merah,” tandas Karyadi.

Sementara itu, Bendahara Mesjid Besar Ciwidey, H. A. Sujana, membenarkan bahwa selama adanya pandemi Virus Corona (Covid 19), sementara di Mesjid Besar Ciwidey tidak dilakukan Sholat Jumat dan pengajian rutin.
“Kalau sholat wajib diperbolehkan tapi harus menjaga jarak satu meter antar jamaah. Semoga pandemi Virus Corona bisa hilang sehingga kegiatan di mesjid bisa dilakukan kembali,” ujar Sujana

Kepala KUA Kecamatan Ciwidey, Iwan Misbah, mengatakan bahwa pertimbangan pengurangan aktivitas di Mesjid Agung Ciwidey, adalah karena masjid tersebut merupakan salah satu pusat perkumpulan masa, yang karena terletak dijalur wisata, jadi tidak hanya didatangi oleh masyarakat Ciwidey saja, tetapi juga masyarakat dari luar Ciwidey.

“Kami melakukan antisipasi lebih dini agar dapat mencegah penyebaran Virus Corona (Covid 19), oleh karena kami mengurangi aktivitas di mesjid, misalnya untuk Sholat Jumat dan tarawih,sedangkan untuk sholat wajib masih diperbolehkan karena jumlah jamaahnya masih sedikit,” pungkas Iwan. (Lily Setiadarma) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *