Dugaan Pemalsuan Data dan Korupsi, Kepala Kemenag Kabupaten Bandung Panggil Anak Buahnya

oleh -281 Dilihat
Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Bandung H. Abdurahim, S.Ag., M.Si. (YouTube)
Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Bandung H. Abdurahim, S.Ag., M.Si. (YouTube)

Kab. Bandung – Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Bandung H. Abdurahim, S.Ag., M.Si. angkat bicara menyoal kasus dugaan tindak pidana pemalsuan data dan dugaan korupsi di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pangalengan.

 

Pihaknya mengaku saat ini masih menunggu informasi dari Kepala Seksi (Kasi) Binmas Islam dan Rencana Kemenag Kabupaten Bandung.

 

“Terimakasih info dari teman-teman terkait pemberitaan di KUA Kecamatan Pangalengan. Saya masih menunggu info dari pak Kasi Binmas Islam dan Rencana,”Kata Kepala Kantor Kemenag Abdurahim, melalui pesan singkat WhatsApp. Sabtu 4 Maret 2023 Malam.

 

Masih kata Abdurahim, Pihaknya akan segera memanggil Kepala KUA Kecamatan Pangalengan Machpudz Naggapati terkait kasus ini, sekaligus mengidentifikasi data KUA Kecamatan Pangalengan.

 

“Senin akan memanggil kepala KUA tersebut terkait hal dimaksud sekaligus mengidentifikasi data-data nya, demikian sementara terimakasih,”Katanya melalui pesan WhatsApp.

 

Diberitakan sebelumnya, Kepala KUA Kecamatan Pangalengan Drs. H. Machpudz Nanggapati. K. menyampaikan ancaman kepada Wartawan akibat tidak terima dengan pemberitaan di Media Massa terkait kasus dugaan pemalsuan data dan dugaan korupsi yang diduga terjadi di KUA Kecamatan Pangalengan.

 

Machpudz menyampaikan pesan via WhatsApp kepada wartawan yang berisi tulisan jika ingin aman dan tidak segera menghapus berita akan melaporkan ke paman nya di Polda.

 

“Kang punteun berita anu aya d foto abdi hapus, Akang ingin aman berita eta cepet pupus, amun teu pupus saya rek lapor k paman saya di Polda,” Kata Machpudz via pesan singkat WhatsApp. Jumat, 3 Maret 2023 sore. (Sunda red).

 

Sebelumnya, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pangalengan Machpudz Nanggapati diduga telah melakukan tindak pidana pemalsuan data Duplikat Kutipan Akta Nikah. Dengan membuat Duplikat Akta Nikah Asli tapi Palsu (ASPAL).

 

Kepala KUA Machpudz melakukan tindakan tersebut diduga kuat untuk memperkaya diri sendirI. Sebab, Duplikat Akta Nikah yang dibuatkan untuk warga pemohon tidak masuk pada register resmi Negara. Dengan itu disinyalir biaya proses pembuatan Duplikat Akta Nikah tersebut masuk ke kantong pribadi.

 

Tentu saja itu sebuah temuan akurat yang juga bisa merugikan pemohon saat membutuhkan legalisir dikemudian hari.

 

Hal tersebut disampaikan Kepala Divisi (Kadiv) Investigasi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Buah Batu Corps (BBC) Christhoper Hidayat.

 

 

Christopher menuturkan, Berdasarkan data temuan Kepala KUA Machpudz juga diduga memiliki sejumlah blangko kosong Duplikat Kutipan Akta Nikah untuk proses pembuatan kepada masing-masing warga pemohon dengan biaya pengurusan rata-rata dipatok harga diatas Satu Juta Rupiah. Yang terlibat bisa dimilikinya blangko kosong tersebut masih dalam penelusuran.

 

“Buktinya jelas tidak singkron dalam buku stok register yang sudah kami konfirmasi langsung ke kepala KUA Pangalengan Haji Machpudz, dalam pertemuan kami dengan Haji Machpudz diakuinya hal itu merupakan suatu kesalahan,” Kata Christhoper, Senin, 27 Februari 2023.

 

Lanjut Dia, namun menyoal patokan harga diatas satu juta rupiah Kepala KUA Mahcpudz enggan menjawab.

 

Menaggapi hal itu, Kepala KUA Kecamatan Pangalengan Machpudz Naggapati dalam bincang-bincang kepada media menyampaikan, Menurutnya hal itu memang merupakan kesalahan yang sudah dilakukan pihaknya. Machmudz menyampaikan permintaan maaf atas kesalahan yang sudah dilakukannya.

 

“Ya selesaikan, Ya jujur saya salah salah, benar benar. seperti yang sudah diperlihatkan datanya. Memang salah, tidak direstui dengan undang-undang. memang kesalahan saya, saya minta maaf. dan tidak akan terulang lagi. dengan artian harus hati-hati,” Kata Machpudz Nanggapati diruang Kerjanya, Senin 27 Februari 2023.

 

Masih kata Machpudz, Mengenai kasus tersebut pihaknya sudah ada pembinaan dari Kasi Binmas Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Bandung, “Memang berkas sudah ada pembinaan oleh Pak Kasi insya allah kedepan saya udah mau pensiun juga supaya tenang lah, teu boga iyeu deui istilahna (gak punya ini lagi istilahnya).” Tutur Machpudz.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *