Sejak Berdiri, Yayasan Pendidikan AMS Dinilai Kurang Mendapat Perhatian Dinas Pendidikan

- Pewarta

Minggu, 14 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kab. Bandung, Kontroversinews | Yayasan Pendidikan Angkatan Muda Siliwangi (AMS) yang mengelola SMP AMS Pamengpeuk didirikan pada 15 Oktober 2019 berdasarkan Akta Pendirian Nomor 45 dan telah disahkan sebagai badan hukum oleh Kementerian Hukum dan HAM pada 23 Oktober 2019. Nama Angkatan Muda Siliwangi (AMS) sendiri merupakan organisasi massa yang telah berdiri sejak tahun 1966, namun yayasan pendidikannya baru terdaftar kemudian untuk mengelola satuan pendidikan.

Ironisnya, sejak berdiri hingga saat ini Yayasan Pendidikan Angkatan Muda Siliwangi (AMS) dinilai masih minim bantuan dan perhatian dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung. Hal ini berbanding terbalik dengan lembaga pendidikan nonformal seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Kabupaten Bandung yang dinilai mendapatkan bantuan cukup besar.

Sekretaris Yayasan Pendidikan AMS, Yanto Maryanto, S.E., menyampaikan harapannya agar pemerintah dapat memberikan bantuan, khususnya untuk sarana dan prasarana pendidikan. “Kami sangat berharap adanya uluran bantuan dari pemerintah, terutama untuk perbaikan sarana dan prasarana pendidikan. Saat ini banyak ruang kelas yang atapnya bocor dan temboknya sudah rapuh. Apalagi pada musim hujan dengan intensitas curah hujan yang tinggi, ruang kelas sering tergenang air sehingga tidak dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala Sekolah SMP AMS Pamengpeuk, Heni Hidayanti, S.Pd., bersama para guru yang mengajar secara sukarela. Ia berharap para pemangku kebijakan, baik di tingkat pusat maupun daerah, dapat memberikan perhatian kepada sekolah yang dipimpinnya.

“Setiap musim hujan, ruang kelas sering tergenang air sehingga sangat mengganggu proses belajar mengajar para siswa. Oleh karena itu, besar harapan kami agar pemerintah pusat maupun daerah dapat tergerak hatinya untuk segera membantu SMP Angkatan Muda Siliwangi,” tutur Heni Hidayanti saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (8/12/2025).

Sementara itu, aktivis pemerhati pendidikan, Edi (58), turut menyoroti kondisi tersebut. Menurutnya, sangat disayangkan apabila lembaga pendidikan nonformal seperti PKBM bisa mendapatkan bantuan dalam jumlah besar, sementara sekolah formal yang jelas membutuhkan justru kurang mendapat perhatian. “Masa iya sekolah nonformal bisa mendapatkan bantuan yang sangat fantastis, sementara sekolah seperti ini tidak terpelihara,” ungkapnya. ** Pewarta: Hedi

Berita Terkait

Wali Kota Sebut DWP Pilar Utama Ketahanan Keluarga di Era Digital
Wakil Wali Kota : Guru Harus Terus Belajar, Mengajar dengan Hati, dan Berani Berinovasi
Pembangunan Ruang Kelas Rampung, PKBM ATTA AWUN Apresiasi Program Revitalisasi Pemerintah
Pendidikan Politik Bagi Pelajar, Tumbuhkan Generasi Kritis dan Berintegritas
Sekdis Disdik Jabar Tegas: Kepala Sekolah Penyimpang Dana BOS Akan Ditindak
Wakil Bupati Hadiri Peresmian PAUD KB Karangkamulyan, Dukung Pendidikan Anak Usia Dini
SPMB SMPN 1 Ciwidey 2025: 460 Siswa Diterima dari Kuota 484 Kursi
BMPS Kabupaten Bandung Protes Kebijakan SPMB: Sekolah Swasta Terancam Mati

Berita Terkait

Rabu, 24 Desember 2025 - 13:30

Wali Kota Sebut DWP Pilar Utama Ketahanan Keluarga di Era Digital

Minggu, 14 Desember 2025 - 16:50

Sejak Berdiri, Yayasan Pendidikan AMS Dinilai Kurang Mendapat Perhatian Dinas Pendidikan

Kamis, 4 Desember 2025 - 08:37

Wakil Wali Kota : Guru Harus Terus Belajar, Mengajar dengan Hati, dan Berani Berinovasi

Senin, 1 Desember 2025 - 18:03

Pembangunan Ruang Kelas Rampung, PKBM ATTA AWUN Apresiasi Program Revitalisasi Pemerintah

Kamis, 13 November 2025 - 19:37

Pendidikan Politik Bagi Pelajar, Tumbuhkan Generasi Kritis dan Berintegritas

Berita Terbaru