Jurnalis Islam Bersatu Kutuk Keras Israel Hancurkan Menara Al-Jalaa, Yang Menjadi Kantor Media di Gaza

- Pewarta

Kamis, 20 Mei 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kegiatan Kongres Jurnalis Islam Bersatu ( JITU), beberapa waktu lalu.

Kegiatan Kongres Jurnalis Islam Bersatu ( JITU), beberapa waktu lalu.

BANDUNG (kontroversinews.com) – Jurnalis Islam Bersatu (JITU) mengecam keras tindakan Penjajah Zionis Israel menghancurkan Menara al-Jalaa, yang menjadi kantor berbagai media, yang ditempati oleh  Al Jazeera, Associated Press (AP), dan Middle East Eye di Gaza pada sabtu 15 mei 2021 lalu .

Selain menghancurkan kantor media serangan tersebut juga melukai beberapa jurnalis Palestina akibat puing-puing bangunan tersebut (sumber ; www.aa.com.tr).  Selain itu Zionis Israel juga  membunuh masyarakat sipil termasuk anak-anak sebanyak 217 orang dan 1.400 orang menjaadi korban luka-luka (sumber ; Kementrian Kesehatan Palestina).

Tindakan membunuh masyarakat sipil dan menghancurkan kantor berita, menurut Ketua Umum JITU, Saifal dalam rilisnya yang juga diterima wartaparahyangan.com — merupakan pelanggaran HAM yang harus disikapi oleh hukum Internasional. Pers, kata Saifal merupakan insan yang harus dilindungi di medan perang berdasarkan perjanjian hukum Iternasional. Sehingga menghancurkan kantor berita disebut sebagai kejahatan perang (sumber ; Jurnal Perlindungan Wartawan Perang di Daerah Konflik Bersenjata Menurut Hukum Internasional).

Penghancuran terhadap kantor berita oleh Israel dinilai sebagai upaya pembungkaman terhadap informasi yang akan menggambarkan situasi sesungguhnya dilapangan.

Berita Terkait

Rusia Pertahankan Proyeksi Pertumbuhan PDB 2025 Sebesar 2,5 Persen
Keluarga PMI yang Meninggal di Kamboja Lapor ke Polda Metro Jaya
2.273 Warga Terdampak Gempa Myanmar Manfaatkan Layanan Medis Indonesia
Presiden Prabowo Ingin RI Belajar Teknologi Pertanian Yordania
RI, Turki Teken 3 MoU Bidang Kedaruratan, Kebudayaan, dan Komunikasi
Trump Tunda Pemblokiran TikTok, Beri Perpanjangan waktu 75 hari
Ikuti Maraton Liuzhou, Mahasiswa Indonesia Berbagi Kesan Tentang China
SAR Malaysia Selamatkan Korban Gempa Myanmar Terperangkap Enam Hari

Berita Terkait

Senin, 21 April 2025 - 11:43

Rusia Pertahankan Proyeksi Pertumbuhan PDB 2025 Sebesar 2,5 Persen

Jumat, 18 April 2025 - 15:57

Keluarga PMI yang Meninggal di Kamboja Lapor ke Polda Metro Jaya

Kamis, 17 April 2025 - 10:36

2.273 Warga Terdampak Gempa Myanmar Manfaatkan Layanan Medis Indonesia

Selasa, 15 April 2025 - 09:32

Presiden Prabowo Ingin RI Belajar Teknologi Pertanian Yordania

Jumat, 11 April 2025 - 09:51

RI, Turki Teken 3 MoU Bidang Kedaruratan, Kebudayaan, dan Komunikasi

Berita Terbaru