Water Front City Lebih Indah dibuat Diluar Kota Pangururan.

oleh -4 views

Samosir kontroversinews.
Water Front City lebih baik dipindahkan ke daerah tidak Rawan Macet Arus lalu lintas seperti Daerah Sipinggan kecamatan Nainggolan bukan didaerah Putri Lopian Desa Pardomuan 1 Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Provinsi Sumatera Utara.

Semisal Water Front City kita Pindahkan Daerah kecamatan Nainggolan daerah Sipinggan sekitarnya panorama yang sangat Indah dipandang mata pada khususnya wisatawan yang berkunjung kedaerah ini dapat dilihat langsung berhadap-hadapan dengan daerah Balige Kabupaten Toba dan Muara ,Bakara Kabupaten Tapanuli Utara dari seberang Pulo Samosir.

Mungkin masukan ini dapat menjadi daya Tarik tersendiri dalam penataan Objek Wisata yang lebih propesional dari mungkin ini suatu pemandangan yang luar biasa ketika direalisasikan didaerah Sipinggan suatu penataan tata ruang yang sangat apik,baik dan menajubkan bila ditata dengan baik.

Saya hanya memandang secara objektif ,tidak memiliki kepentingan pribadi tanpa harus mempengaruhi secara teknis dalam Pemahaman Tata ruang yang sudah dilakukan Pemerintah Daerah ini.

Sekali lagi tanpa mengurangi rasa hormat dan tidak mengintervensi para pihak Pemangku kepentingan didaerah ini, dan ini murni sebuah pemikiran dalam masukan kerangka  Tata Ruang skop membangun suatu daerah perlu memakai “ilmu seni” dalam ilmu mendekorasi Tempat dan perlu memakai bumbu kearifan lokal seperti menghidupkan kembali penunjuk jalan memakai Aksara Batak sehingga kita mampu bersaing dengan daerah yang lebih maju,seperti ” Daerah Bali”di Indonesia.

Ini perlu dipikirkan secara khusus Program dalam mengelola Tata ruang mengatasi arus kemacetan arus lalu lintas yang sangat memprihatinkan dan sangat pelik ketika tiba Hari Pekan dipusat kota atau setiap hari Rabu didaerah Pekan Inpres Pangururan(Onan Baru-red)atau didaerah Ibukota kabupaten Samosir yang dijuluki”Samosir Sebuah Kepingan Sorga”

Satu hal lagi berhubung Pangururan adalah Ibukota Kabupaten Samosir yang jumlah penduduk terus bertambah setiap saat serta padatnya penduduk dan daerah rawan macet arus lalu lintas setiap harinya ini tidak bisa dielakkan.

Akhir kata disini kita berharap kepada Pemerintah daerah ini,sekali lagi tanpa mengurui dan ini sebuah masukan maka dengan itu sudah seharusnya daerah ini setiap membuat propram pembangunan harus berbasis “Dampak multiefek”,dan ramah lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *