Wadir Binmas Polda Jabar: Desa Tenjolaya Bisa Dijadikan Sebagai Percontohan Kampung Tangguh

oleh -0 views
Wadir Binmas Polda Jabar, AKBP Muhammad Rois ,(tengah ) didamping Kasat Binmas Polreta Bandung Kompol. Sartika Ernawati S.H. besarta jajaran Muspika Kec. Pasirjambu , saat meninjau IKM gula aren milik Dayat di BCI Desa Tenjolaya Kecamatan Pasirjambu , Sabtu ( 4/8).

PASIRJAMBU  | Kontroversinews – Wadir Binmas Polda Jabar, AKBP Muhammad Rois mengakui, Desa Tenjolaya Kecamatan Pasirjambu Kab. Bandung memang bisa dijadikan sebagai percontohan Kampung Tangguh bagi desa-desa lain yang ada di Kabupaten Bandung. Karena, Desa Tenjolaya ini sangat siap menjadi Kampung Tangguh, baik dari tangguh secara pangan, pertanian, perikanan, perkebunan dan UMKM.

“Ini membuktikan bahwa kekompakan di Desa Tenjolaya membuat terciptanya Kampung Tangguh disini,” ujar Rois di Pasirjambu, Sabtu (5/7).

Rois berharap desa lain yang belum membentuk Kampung Tangguh bisa menyesuaikan. Kata Rois, Kampung Tangguh di Jawa Barat sudah ada 520 dari total 4 ribuan kampung.

“Artinya sudah sepuluh Kampung Tangguh itu sudah ada,” lanjutnya.

Dengan mengemban status Kampung Tangguh, maka Desa Tenjolaya diharapkan bisa semakin lengkap dan sempurna menjadi Kampung Tangguh. Hingga pada akhirnya bisa menjadi desa destinasi wisata baik lokal maupun daerah.

Pembagian masker kain untuk masyarakat umum, terlihat pada gambar Tiara di dampingi kepala Desa Tenjolaya Is Somantri saat membagikan masker kepada pengguna kendaraan roda dua di gerbang POS Kampung tangguh Desa Tenjolaya , Sabtu (4/7).

“Saya berbangga hati mengunjungi Desa Tenjolaya ini,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tenjolaya, Is Somantri mengungkapkan Desa Tenjolaya menjadi juara satu di tingkat Kabupaten Bandung dalam perlombaan Kampung Tangguh. Oleh karena itu, Desa Tenjolaya akan mewakili Kabupaten Bandung bertanding ditingkat provinsi.

“Kita selalu mensosialisasikan protokol pencegahan Covid 19,” ujar Is Somantri.

Pada Sabtu (4/7), Desa Tenjolaya menyiapkan 900 masker yang dibagikan kepada masyarakat termasuk masyarakat luar yang melewati Desa Tenjolaya.

“Kegiatan ini tidak hanya pada saat kondisi Covid 19, tetapi akan diupayakan agar masyarakat bisa terbiasa menerapkan protokol kesehatan,” tuturnya.

Di Desa Tenjolaya ini ada 28 RW, tujuh kadus, 100 RT dan jumlah penduduknya sebanyak 14.007 orang serta ada 4227 KK. Oleh karena itu, agar efektif mensosialisasikan penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid 19, pihaknya bekerja sama dengan ibu-ibu PKK dan unsur lainnya.

“Semoga di Desa Tenjolaya bisa terus menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid 19,” pungkas Is Somantri. (Lily Setiadarma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *