Hadiri Pengukuhan MUI Jawa Barat, Wakil Wali Kota Cirebon Perkuat Sinergi Ulama-Umara demi Kemaslahatan Umat

- Pewarta

Rabu, 28 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, Kontroversi news, Com. — Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, S.Pd.I., menghadiri prosesi Pengukuhan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat masa khidmat 2025-2030 yang berlangsung khidmat di Balai Gede Pakuan, Kota Bandung, Selasa (27/1). Acara ini menjadi momentum penting dalam mempererat harmoni antara ulama dan pemerintah (umara) demi menjaga persatuan bangsa dan kelestarian nilai-nilai agama di Jawa Barat.

Prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh Ketua Umum MUI Pusat, K.H. M. Anwar Iskandar, serta disaksikan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Kehadiran Wakil Wali Kota Cirebon dalam agenda ini menegaskan komitmen Pemerintah Kota Cirebon untuk selalu berjalan selaras dengan panduan para ulama dalam setiap kebijakan pembangunan daerah.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam sambutannya menekankan bahwa ulama harus menjadi sosok penyejuk yang mampu menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Senada dengan hal tersebut, Ketua MUI Jawa Barat terpilih, KH. Aang Abdullah Zein, menyatakan komitmennya untuk membawa organisasi ini bekerja di atas empat pilar utama: bersatu dalam aqidah, berjamaah dalam ibadah, toleran dalam khilafiyah, dan bekerja sama dalam dakwah.

Ditemui usai kegiatan, Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, menyampaikan apresiasi mendalam atas pengukuhan pengurus baru ini. Sebagai seorang pimpinan yang juga berlatar belakang pendidikan agama, Siti Farida melihat MUI memiliki peran sentral sebagai mercusuar moral di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

“Saya mengucapkan selamat atas amanah baru yang diemban oleh pengurus MUI Jawa Barat periode 2025-2030. Secara personal, saya sangat meyakini bahwa pembangunan di Kota Cirebon maupun Jawa Barat secara luas tidak akan pernah mencapai titik ‘istimewa’ tanpa ada sentuhan doa dan tuntunan dari para ulama. Kami di pemerintahan sangat membutuhkan peran MUI sebagai mitra strategis untuk menghadirkan keteduhan di tengah masyarakat,” ujar Siti Farida.

Beliau juga menambahkan bahwa semangat pengabdian yang ditekankan oleh MUI Pusat, yakni semangat memberi, bukan meminta, harus menjadi teladan bagi semua pelayan masyarakat. Melalui sinergi yang kuat antara Pemkot Cirebon dan MUI, diharapkan akan lahir program-program dakwah dan sosial yang lebih inklusif serta mampu menjawab persoalan riil umat di lapangan. **

Berita Terkait

Pemkot Cirebon Dukung Pembentukan Formula, Perkuat Sinergi Ulama dan Umara
Dapur SPPG Dayeuhkolot 4 Sukabirus Diresmikan Camat Asep Suryadi
Polemik Pemasangan Tiang dan Kabel Fiber Optik di Desa Bojongmalaka Diduga Tanpa Izin
​Peringati Hari Pers Nasional, Insan Pers Kabupaten Bandung Gelar Aksi Sosial di Dua Kecamatan
Terima Kunjungan Komisi VIII DPR RI, Pemkot Cirebon Pastikan Siswa Sekolah Rakyat Cerdas Akademis dan Terlindungi Sosial
LPKN: Kisruh Tunjangan DPRD Kuningan Diduga Kesalahan Administrasi
Tabir Misteri Kematian Massal Ikan Dewa Kuningan
Izin Usaha BPR Bank Cirebon Dicabut OJK, Pemkot Cirebon Pastikan Hak Nasabah Aman dalam Penjaminan LPS

Berita Terkait

Rabu, 18 Februari 2026 - 10:13

Pemkot Cirebon Dukung Pembentukan Formula, Perkuat Sinergi Ulama dan Umara

Selasa, 17 Februari 2026 - 18:25

Dapur SPPG Dayeuhkolot 4 Sukabirus Diresmikan Camat Asep Suryadi

Selasa, 17 Februari 2026 - 18:23

Polemik Pemasangan Tiang dan Kabel Fiber Optik di Desa Bojongmalaka Diduga Tanpa Izin

Jumat, 13 Februari 2026 - 12:25

Terima Kunjungan Komisi VIII DPR RI, Pemkot Cirebon Pastikan Siswa Sekolah Rakyat Cerdas Akademis dan Terlindungi Sosial

Kamis, 12 Februari 2026 - 09:55

LPKN: Kisruh Tunjangan DPRD Kuningan Diduga Kesalahan Administrasi

Berita Terbaru