Setelah di Desa, BNNK Kuansing juga Sosialisasi Bahaya Narkoba ke SD

oleh -6 views

Kuantan Singingi | Kontroversinews.- Pihak Badan Narkotikan Nasional Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, menggelar kegiatan penyuluhan bahaya narkotika kepada ratusan siswa Sekolah Dasar (SD) di wilayah setempat dengan harapan pengaruh barang haram itu tidak masuk sekolah.

” Kami laksanakan untuk menghindari masuknya pengaruh narkotika bagi pelajar,” kata Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kuansing, Wim Jefrizal di Teluk Kuantan, Selasa.

Kepala BNNK mengatakan, program tahun 2018 salah satunya dengan membentuk tim penyuluhan anti narkotika ke sejumlah sekolah diwilayah Kuansing, dengan harapan bahaya barang haram itu tidak masuk kejajaran pelajar maupun guru yang berdmpak kepada buruknya citra sekolah.

Sebelumnya pihak BNNK melaksanakan berbagai kegiatan penyuluhan sejumlah organisasi, perkantoran swasata, pemerintah maupun desa, hasilnya sangat memuaskan, dampak negatif narkoba diketahui oleh semua lapisan masyarakat sebagai solusi sedini mungkin menjauhi narkoba.

” Kami berharap dukungan semua pihak program penyuluhan ini, sasaran adalah guru dan siswa,” sebutnya.

BNNK Kuansing sebelumnya telah menggelar penyuluhan bahaya narkoba di sejumlah Desa di Kecamatan Pangean, kali ini BNNK fokus memberikan penyuluhan ke sekolah dengan mengunjungi SD Negeri 002 Kinali, Kecamatan Kuantan Mudik.

” Dengan menggunakan mobile unit keliling dari BNN Pusat, kita melakukan goes to school ke SD 002 Kinali Kecamatan Kuantan Mudik,” ujarnya.

Menurutnya, salah satu tujuannya adalah sekaligus memberikan edukasi tentang bahaya narkoba, sekaligus mengkampanyekan stop narkoba serta menciptakan lingkungan sekolah bersih dari narkoba, dijadwalkan program penyuluhan akan dilaksanaan menyeluruh diwilayah Kuansing.

Kegiatan seperti ini kata Wim Jefrizal sangat efektif karena langsung disampaikan kepada peserta didik, sedini mungkin diberikan pemahaman bahaya narkotikan dan cara menjauhinya agar selamat dan tidak mengganggu masa depan.

” Pada acara tersebut, tampil sebagai narasumber Kepala BNNK Kuansing, dan 3 orang staf yakni Irus, Arman, Agung,” tegsanya.

Salah satu guru SD di Kuansing Wen (34) mengatakan, program pencegahan dan penyuluhan bahaya narkotika sebaiknya berkelanjutan, karena wilayah kuansing sudah sangat rawan masuknya peredaran barang haram tersebut.

” Pelajar mulai dari SD hingga SLTA perlu diberikan pemahaman,” sebutnya.

Karena mereka adalah generasi masa depan, jika narkoba sudah merambah kesekolah sasarannya adalah siswa itu berarti kelamnya masa depan dan generasi bangsa dimasa yang akan datang. ***2**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *