Rahasia Fit Dimasa Pandemi, Begini Penjelasan H. Heri Hermawan

oleh -5 views

BANDUNG – KONTROVERSINEWS – Ketua Pusat Koperasi Karyawan (Puskopkar) PTPN VIII, Ir. Heri Hermawan berbagi tips agar tubuh tetap fit dimasa pandemi covid-19.
Menurutnya, salah satu hal yang harus dijaga untuk bisa tetap bisa beraktifitas dengan normal ditengah pandemi ini adalah jangan biarkan diri kita menjadi stress. Sebab jika mengalami stress, seseorang akan sangat rentan terkena penyakit.
“Jadi yang paling penting itu kiatnya bagaimana kita harus menjaga diri kita agar tidak stress, itu yang tidak boleh. Caranya, kita memang yakin bahwa virus ini ada tetapi kita juga harus yakin bahwa kita punya daya imun yang tinggi untuk melawan virus itu,” ujar Heri di ruang kerjanya, Jum’at (22/1/2021).
Selain itu, ia menyebutkan bahwa dalam beraktifitas, setiap orang harus terus melaksanakan disiplin 3M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak) serta mengkonsumsi vitamin untuk membantu kekuatan tubuh.
“Ya, bisa vitamin C atau vitamin E,  itu sebagai pengganti matahari karena kita jarang berjemur,” katanya.
Hal yang tidak kalah penting itu adalah cukup tidur sehingga stress bisa berkurang, lanjut Heri. Ia menuturkan, stress dan tidur yang cukup itu saling berkaitan. Jika seseorang kurang tidur akan berakibat stress, begitupun, jika sedang stress maka seseorang akan sulit untuk tidur.
“Jadi, pola tidur pun harus kita dikelola dengan baik dalam kondisi seperti ini, agar tidak mudah terkena penyakit,” lanjutnya.
Pria yang sudah memasuki usia 58 tahun itu bercerita, dalam beraktifitas sehari-hari ia sudah terbiasa bangun pagi dan melakukan olahraga kecil bersama keluarga setiap harinya, selain itu, ia tidak pernah tidur larut diatas jam sepuluh malam.
“Saya bangun subuh, terus membiasakan melakukan olahraga kecil dirumah, terus kalau olahraga lainnya saya biasa tenis meja dan tenis lapangan setiap dua kali dalam seminggu agar tetap bugar,” ceritanya.
Sementara dalam bekerja, Heri mengatakan saat pandemi ini intensitas pekerjaannya memang dikurangi, ia lebih banyak bekerja melalui online.
“Biasanya mobilitas saya memang tinggi, namun sekarang intensitasnya dikurangi, alhamdulilah kan sekarang kita bisa terbantu dengan melakukan pekerjaan melalui media komunikasi, bisa video conference atau sambungan telepon. Hanya sewaktu-waktu memang kita ke lapangan, tapi itu kan kebun, area terbuka jadi masih aman karena tidak bertemu banyak orang,” katanya.
Puskopkar sendiri anggotanya terdiri dari koperasi-koperasi primer (Kopim) yang tersebar di kebun-kebun yang berjumlah 43 Kopim. Sementara untuk karyawan yang bekerja di kantor pusat Puskopkar ada 58 orang.
Pada kondisi sekarang, kata Heri, kantornya tengah memberlakukan work from home (WFH) bagi sebagian karyawan, sesuai aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang diberlakukan oleh pemerintah.
“Hanya 25 persen karyawan yang masuk, bergiliran setiap tiga hari sekali karena memang ada saja pekerjaan yang harus di lakukan secara offline,” ujarnya.
Ia berpesan kepada masyarakat agar menyadari betul bahwa pandemi ini ada dan yang dikhawatirkan itu adalah karena banyaknya yang tidak percaya virus ini ada.
“Selama ini masih banyak masyarakat yang tidak percaya, nah seandainya masyarakat tidak menyadari hal itu, entah kapan pandemi ini akan berakhir. Karena kata kuncinya akan berakhir oleh kita sendiri, oleh masyarakat,” paparnya.
Ia juga menyarankan agar masyarakat mau melakukan vaksinasi sebagai upaya untuk memutus mata rantai covid-19.
“Menurut saya pribadi, vaksin adalah solusi terbaik yang diciptakan untuk membantu kita. Dimana secara teori kan agar tubuh kita cepat merespon terhadap masuknya virus, nah kalau saya pribadi percaya bahwa itu ada obat yang bagus dan saya siap untuk divaksin,” pungkas H. Heri .( Lily Setiadarma )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *