Peresmian Jembatan Cisangkuy, Bupati Bandung: Sektor Ekonomi Masyarakat Makin Berkembang

Bupati Bandung Dadang Supriatna (tengah) saat meresmikan Jembatan Cisangkuy di Desa Kamasan, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Kamis (13/10/2022).

BANJARAN
Kontroversinews.com – Bupati Bandung HM. Dadang Supriatna meresmikan Jembatan Cisangkuy yang terletak di Desa Kamasan, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Kamis (13/10/2022).

Selain menghubungkan dua wilayah, Dadang menilai, keberadaan jembatan tersebut akan berdampak positif pada sektor perekonomian dan pendidikan masyarakat setempat.

“Konstruksi rehab Jembatan Cisangkuy ini berdampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat di berbagai sektor. Mudah-mudahan dengan digunakan kembali jembatan ini ekonomi masyarakat akan semakin meningkat,” katanya.

Orang nomor satu di Kabupaten Bandung itu mengajak seluruh masyarakat agar tetap bersinergi melanjutkan pembangunan agar Kabupaten Bandung semakin Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis dan Sejahtera (BEDAS) yang hakiki lahir dan batin.

Tak lupa, Bupati menyampaikan rasa terima kasih kepada jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar), Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) serta masyarakat Kabupaten Bandung yang ikut mendukung dan berpartisipasi dalam pembangunan daerahnya.

“Karena berkat dukungan dan sinergitas antara pemerintah dan masyarakat selama ini, Pemerintah Kabupaten Bandung dapat melaksanakan berbagai program dan telah mampu meraih berbagai penghargaan mulai tingkat provinsi, nasional hingga internasional,” terang Dadang Supriatna yang akrab disapa Kang DS.

Sementara itu, Kepala Dinas PUTR Kabupaten Bandung Zeis Zultaqawa menjelaskan, Jembatan Cisangkuy merupakan salah satu akses strategis dalam pergerakan barang dan jasa, khususnya Soreang – Banjaran.

Sebelumnya jembatan penghubung tersebut rusak akibat inflikasi dari peningkatan intensitas volume kendaraan yang berberdampak pada struktur atau konstruksi jembatan.

“Sekitar 30 tahun yang lalu, jembatan ini tidak dipersiapkan untuk mengantisipasi lonjakan arus kendaraan, sehingga terjadi beberapa kerusakan yang tidak bisa diperbaiki secara parsial,” jelasnya.

Sebelum kembali beroperasi, lanjut Zeis, jembatan yang memiliki panjang 30 meter dan lebar 6 meter tersebut telah melalui uji coba oleh Institut Teknologi Bandung (ITB) beberapa waktu lalu.

“Dengan desain dan daya dukung sekarang, Jembatan Cisangkuy mampu untuk menampung beban hingga 150 ton dan hanya merunduk 2,5 cm, itu masih diambang batas tonase beban dari jembatan,” pungkasnya.

 

Lily Setiadarma

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *