Pemkab Samosir MOU dengan BPOM

oleh -168 Dilihat
oleh

Samosir | Kontroversinews.-Pemerintah Kabupaten Samosir mengadakan kesepakatan bersama dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Medan dan melakukan penandatanganan di Aula Gedung Kantor Bupati Samosir,  27/7/18.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Sekdakab. Samosir, Jabiat Sagala, Asisten II Saul Situmorang, Kepala Dinas Kesehatan, Nimpan Karokaro, Kadis Nakerkoperindag Viktor Sitinjak, Kadis Ketapang Walson Sagala dan pengusaha hotel/ kuliner di Samosir.

Dalam penandatangan, Bupati Samosir diwakili Sekdakab. Samosir Jabiat Sagala dan Kepala Balai BPOM Medan , Yulius Sacramento Tarigan membubuhkan tanda tangan sebagai tanda dimulainnya kerjasama pengawasan obat dan makanan di Kabupaten Samosir.  Objek dalam kerjasama tersebut meliput bidang pengawasan obat dan makanan yang meliputi obat, obat tradisional, kosmetik, suplemen kesehatan, makanan dan produk tembakau termasuk SDM, fasilitas produksi, fasilitas distribusi dan fasilitas pelayanan, dengan ruang lingkup yang meliputi pengawasan, pembinaan dan sertifikasi sarana produksi industri rumah tangga pangan, pengujian laboratorium, pemberian komunikasi, informasi dan edukasi kepada masyarakat, penguatan jejaring pengawasan keamanan pangan terpadu dan pertukaran fasilitas sarana produksi, distribusi dan pelayanan obat dan makanan.  Penandatanganan dilakukan didepan para pengusaha hotel dan kuliner yang ada di Kabupaten Samosir.

Secara khusus kepala Balai BPOM Medan, Yulius Sacramento Tarigan mengatakan bahwa pihak BPOM Medan bersedia dan secara khusus akan mendampingi para pengusaha di Kabupaten Samosir untuk mendapatkan sertifikasi produk obat dan makanan. Sebagai daerah pariwisata, peluang wisata kuliner sangat dibutuhkan para wisatawan, untuk itu perlu ada sertifikasi mengenai produk kuliner tersebut sehingga ada keyakinan bagi para wisatawan untuk membeli.  Dijelaskannya, ada tiga prinsip yang harus dipedomani yaitu, keamanan makanan, mutu, dan gizi/ menu yang baik tanpa menghlangkan ciri khas daerah Kabupaten Samosir.  Pengawasan obat-obatan juga diperlukan, saat ini banyak obat palsu yang beredar, apabila sampai obat tersebut dikonsumsi wisatawan dan menbimbulkan penyakit otomatis keyakinan wisatawan akan berkurang dan sangat berdampak pada kunjungan berikutnya.

Kepala Besar BPOM memberikan tantangan kepada Pemkab. Samosir untuk menentukan 3-10 produk unggulan  yang akan didampingi. Pihak BPOM Medan menyatakan kesiapannya untuk mendampingi dan akan tembus hingga mendapatkan sertifikasi global dari BPOM Pusat.
Yulius Sacramento Tarigan menambahkan produk-produk unggulan di Kabupaten Samosir dapat dijadikan lebih bernilai apabila sudah mendapat sertifikasi dan pengawasan dari BPOM. Dengan demikian produk unggulan akan dapat memasuki pasar modern hingga go international.  Untuk itu beliau mengajak pengusaha hotel dan kuliner yang ada di Kabupaten Samosir untuk bergiat dan berkreasi serta memikirkan produknya hingga ketahap sertifikasi.  Diharapkannya juga, kedepan Pemkab. Samosir dapat membentuk BUMD sebagai pengelola produk-produk tersebut.

Bupati Samosir diwakili Sekdakab. Samosir Jabiat Sagala menyampaikan rasa terima kasih kepada Kepala Balai BPOM Medan atas kesediaan untuk membantu Kabupaten Samosir dalam hal pengawasan obat dan makanan.  Dengan pengawasan ini, diharapkan pengusaha-pengusaha kuliner di Kabupaten Samosir terbantu untuk memasarkan produk mereka.  Penandatanganan kesepakatan ini mempunyai arti dan makna yang besar bagi perkembangan wisatawan di Kabupaten Samosir.  Kabupaten Samosir memiliki banyak potensi pertanian yang produksinya menjanjikan untuk dikembangkan dan dipasarkan ke pasar modern maupun sebagai ole-ole  khas daerah (jagung, bawang, kacang, ikan dll). Sekda berharap para pengusaha / Industri Rumah Tangga, Perhotelan yang memiliki restoran meningkatkan kreasi dan lebih berinovasi dalam setiap produkmakanan  masing-masing. Dalam waktu dekat, Pemerintah kabupaten Samosir akan menentukan produk unggulan sebagaimana dikatakan Kepala Balai BPOM Medan.

Dalam mewujudkan kerjasama tersebut, Sekda menekankan perlu kerjasama dan koordinasi yang aktif antara Pemerintah dengan para pengusaha.  Mari kita ciptakan produk sederhana yang  go Internasional dan memasuki pasar modern, kata Jabiat Sagala.(ps)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *