Kuningan | Kontroversinews.-PEMBANGUNAN Gedung serbaguna yang sudah menelan anggaran hampir Rp.365 juta di Desa Bunder Kec.Cidahu Kab.Kuningan akhirnya dipertanyakan warga masyarakat, pasalnya pembangunan yang menghabiskan anggaran besar itu pembangunannya hingga kini belum juga rampung bahkan terhenti akibat akibat kerang anggaran.bahkan pembangunan yang menghabiskan anggaran besar itu hingga kini baru sampe pemasangan bata merah tanpa pelesteran.
Pada akhirnya banyak kalangan mempertanyakan ketransparanan anggaran pembangunan karena pembangunan gedung serba guna itu dibangun dari mulai tahun 2017 sebesar Rp.265 juta yang diambil dari dana IP dan DD serta di tahun 2018 dialokasikan dari dana IP sebesar Rp.100 juta. Tetapi hingga saat ini belum juga selesai pekerjaannya padahal membangun gedung serbaguna tersebut hanya berbentuk leter U karena sebelahnya sudah menempel kepada tembokan gedung desa, namun anehnya tidak beres beres dan hingga kini terlihat masih pasangan bata tanpa di plester serta terhenti akibat anggarannya diduga tidak transparan dan menyimpang.
Disampaikan pengelola pembangunan yang bernama Jaya sebagai Kasi Pem Desa pada saat ditanya oleh ketua LPM didampingi awak media, diakuinya uang Rp.265 juta itu telah dilaksanakan untuk pembelian baja ringan sebesar Rp.161 juta dan yang lainnya dipake upah kerja pembongkaran, spontan pengakuan Jaya mengundang pertanyaan banyak pihak hingga akhirnya ketua LPM menanyakan ketransparanan ya karena menurutnya upah pekerja pembongkaran mana mungkin abis ratusan juta begitu juga baja ringan anggarannya terlalu membengkak, Sedangkan yang membongkar aja hanya 7 orang dan cuma 20 hari dan per orang hanya dikasih 80 ribu.
Anggaran besar tetapi paktanya hanya sampai pemasangan bata merah sudah tentu mengundang banyak kecurigaan ,untuk itu banyak kalangan berharap kasus ini bisa ditindak lanjuti aparat penegak hukum karena di lapangan menjadi banyak yang mempertanyakan ketransparanan pengalokasian anggaran yang diduga kuat banyak di korupsi.(wahy)