Pagar Nusa PAC Asjap Ikuti Peringatan Hari Santri Nasional 2022 dan Unjuk Kebolehan

Kab. Cirebon, (Kontroversinews).– Mengusung tema “Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan”, Hari Santri Nasional yang diperingati setiap tahun di tanggal 22 Oktober tersebut selalu ramai dilaksanakan diseluruh pelosok penjuru negeri. tema tersebut mengandung pesan bahwa santri adalah pribadi yang selalu siap sedia mendarmabaktikan hidupnya untuk bangsa dan negara, bahkan sejarah telah membuktikan bahwa santri selalu ada dalam setiap fase perjalanan Indonesia.

Ketika Indonesia memanggil, santri tidak pernah mengatakan tidak. santri dengan segala kemampuannya, bisa menjadi apa saja. santri tidak hanya ahli ilmu agama, tetapi juga menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. meski bisa menjadi apa saja, santri tidaklah melupakan tugas utamanya menjaga agama. karena salah satu tujuan agama adalah untuk memuliakan manusia dan sebaliknya, agama tidak diturunkan untuk merendahkan martabat kemanusiaan.

Tidak ketinggalan, di Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat. tepatnya di Kecamatan Astana Japura, peringatan Hari Santri Nasional begitu semarak dan khidmat. ratusan orang peserta dari berbagai kalangan memeriahkan acara tersebut, tidak ketinggalan, para pesilat yang tergabung dalam peguron Pagar Nusa Pimpinan Anak Cabang (PAC) Astana Japura (Asjap) ikut serta memeriahkan. puluhan pesilatnya terlihat antusias mengikuti barisan iring-iringan pawai, berangkat dari markasnya yang terletak di Desa Mertapada Wetan Kecamatan Astana Japura dari pukul 9 pagi pada Hari Minggu 23 Oktober 2022 dan finish di Kantor PCNU Kecamatan Astana Japura.

Halaman kantor PCNU yang semula sepi, kali ini mendadak ramai. ratusan peserta arak-arakan Hari Santri Nasional memadati halaman tersebut, 4 group drum band pertontonkan keahlian dalam mengolah alat musik menjadi musik yang enak didengar. setelah itu giliran para pesilat Nahdlatul Ulama yang tergabung dalam Pagar Nusa Pimpinan Anak Cabang Kecamatan Astana Japura perlihatkan seni beladiri tradisional khas Ormas Islam terbesar NU. sambil diselingi lomba merangkai nasi tumpeng yang di ikuti oleh puluhan ibu-ibu dari berbagai desa yang ada dikecamatan tersebut, para pesilat Pagar Nusa unjuk kebolehan seni beladiri. dari peragaan jurus-jurus, hingga penampilan seorang pesilat yang dikalungi petasan rentengan yang dinyalakan. di iringi musik dan suara dentuman petasan yang memekakan telinga, pesilat yang belakangan diketahui bernama Robi dengan asyik menikmati bunyi petasan tersebut disaat para penonton malah menutup telingan karena kerasnya suara petasan.

Rangkaian acara demi acara peringatan HSN pun sudah diperlihatkan seluruhnya kepada para penonton, hingga selesai pada siang tengah hari dan ratusan pesertapun membubarkan diri. di temui usai acara di tempat dimana para pesilat Pagar Nusa Asjap berlatih, Fahim Sholahuddin ketua sekaligus pelatih mengatakan pada media ini. bahwa pada peringatan HSN tahun ini, dirinya merasa bangga bisa ikut kembali. “dengan tema HSN tahun ini yang menjaga martabat manusia, kami para pesilat pagar nusa pun akan mengejewantahkan nya dalam pola kehidupan kami sehari-hari. yakni akan tetap mengusung NKRI harga mati, dan bela Kyai sampai mati” pungkas Fahim. (Kusyadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *