OB Sekda Kuningan Dinilai Berpotensi Picu Kegaduhan, LPKN Angkat Bicara

- Pewarta

Kamis, 4 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kuningan, Kontroversinews | Situasi nasional pasca tragedi 28 Agustus 2025 masih terasa genting dan menimbulkan gejolak di berbagai wilayah Nusantara. Namun, Kabupaten Kuningan dinilai tetap aman, terkendali, dan kondusif. Meski demikian, sejumlah persoalan lokal masih menyisakan polemik yang berpotensi memunculkan isu hangat di tengah masyarakat, seperti masalah kursi jabatan Sekda, pemotongan TPP, hingga kinerja legislatif yang dianggap kurang pro-rakyat.

Menanggapi hal tersebut, Lembaga Pemantau Korupsi Nasional (LPKN) Jawa Barat ikut angkat bicara.

Melalui sambungan telepon pada Kamis (4/9/2025), Ketua LPKN Jabar, Bang Jhoni, menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat Kuningan yang telah bersinergi dengan aparat penegak hukum (Polri dan TNI) dalam menjaga kondusivitas wilayah.

“Namun, jika kami amati, masih banyak permasalahan yang perlu diperhatikan. Mulai dari kursi jabatan Sekda, pemotongan TPP, hingga peran legislatif yang dinilai kurang prorakyat,” ungkap Jhoni.

Ia menyoroti khusus persoalan jabatan Sekda Kuningan yang hingga kini masih belum memiliki kejelasan. Menurutnya, rencana open bidding (OB) ulang setelah hampir setahun proses sebelumnya digantung menimbulkan tanda tanya besar.

“Kalau sampai OB Sekda diulang, itu jelas menggunakan dana rakyat. Lalu, bagaimana pertanggungjawaban anggaran untuk OB sebelumnya? Mengapa DPRD Kuningan diam saja, seolah hanya manut tanpa kritik?” tegasnya.

LPKN juga menilai Bupati Kuningan berpotensi bermasalah secara etika sebagai pejabat publik. Hampir satu tahun lamanya posisi Sekda definitif dibiarkan kosong, padahal menurut informasi, proses OB sebelumnya sudah sesuai regulasi.

“Kalau memang ada masalah dalam OB terdahulu, laporkan! Harus ada sanksi bagi pihak yang terlibat, dan penggunaan anggarannya wajib transparan. Jangan sampai ada faktor kepentingan lain yang bermain,” lanjutnya.

Jhoni juga mengkritisi sikap Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang sebelumnya menyetujui OB Sekda dan menerima laporan tiga besar calon pemenang, tetapi kini justru merekomendasikan OB ulang.

“Ada apa sebenarnya? Jangan sampai muncul dugaan ada uang yang bermain dalam rencana OB ulang ini. Itu sangat berbahaya,” tegasnya.

LPKN mengingatkan agar eksekutif dan legislatif Kuningan benar-benar berhati-hati dalam mengambil kebijakan. Etika ucapan, perilaku, dan keputusan yang diambil harus menyejukkan masyarakat, bukan malah memancing kemarahan.

“Kalau salah langkah, bukan tidak mungkin akan memicu gelombang aksi protes dari mahasiswa maupun elemen masyarakat Kuningan. Hilangkan ego pribadi dan kepentingan kelompok, bangun komunikasi yang efektif dan sinergi demi terciptanya kondusivitas,” pungkas Jhoni. ***

Berita Terkait

Rapat Pleno Karang Taruna Kabupaten Bandung 2026 Digelar, Fokus Konsolidasi dan Penguatan Program Kerja
Pesan Ucapan Terimakasih dan Doa Pelajar SMAN Selacau Kepada Pekerja SPPG Selacau
Penanaman Jagung Serentak 750 Hektare Polda Jabar, Polsek Sindangkerta di Desa Neglasari
Sinergi Pemkot Cirebon dan BBWS: Penataan Sungai Sukalila Menjadi Ikon Baru Wisata Kota
Pemerintah Kota Cirebon Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Akselerasi Ekonomi Inklusif pada RKPD 2027
Wujudkan Proteksi Kesehatan Paripurna, Kota Cirebon Raih Penghargaan Nasional UHC Awards 2026
Jaga Memori Kolektif Bangsa, Pemkot Cirebon Akselerasi Implementasi SIKN dan JIKN Terintegrasi Nasional
Hadiri Pengukuhan MUI Jawa Barat, Wakil Wali Kota Cirebon Perkuat Sinergi Ulama-Umara demi Kemaslahatan Umat

Berita Terkait

Senin, 2 Februari 2026 - 14:05

Rapat Pleno Karang Taruna Kabupaten Bandung 2026 Digelar, Fokus Konsolidasi dan Penguatan Program Kerja

Senin, 2 Februari 2026 - 10:00

Pesan Ucapan Terimakasih dan Doa Pelajar SMAN Selacau Kepada Pekerja SPPG Selacau

Jumat, 30 Januari 2026 - 13:31

Penanaman Jagung Serentak 750 Hektare Polda Jabar, Polsek Sindangkerta di Desa Neglasari

Jumat, 30 Januari 2026 - 00:04

Pemerintah Kota Cirebon Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Akselerasi Ekonomi Inklusif pada RKPD 2027

Rabu, 28 Januari 2026 - 20:34

Wujudkan Proteksi Kesehatan Paripurna, Kota Cirebon Raih Penghargaan Nasional UHC Awards 2026

Berita Terbaru