Mualaf, Ini Cerita Spritual Marcell Siahaan

oleh -0 views
(Foto/instagram@marcellsiahaans)

JAKARTA (Kontroversinews.com) – Musisi Marcell Siahaan bercerita tentang pengembaraan spiritualnya yang amat kaya hingga Musisi Marcell Siahaan.

Perjalanan adalah tujuan itu sendiri. Kata itu mungkin yang bisa menggambarkan pengalaman Marcell sebagai musafir atau pengembara spiritual.

Di kanal Youtube Daniel Mananta, Marcell banyak berbagi cerita tentang pengalaman batinnya terus menggali diri mengenal Tuhan. Keinginan kuat itu pula yang membuat sang seleb mencoba memeluk sejumlah agama hingga kini menjadi mualaf.

Daniel mengawali diskusi dengan membahas awal-awal Marcel mulai memeluk Budha ketika mulai bersama mantan istri Dewi Lestari.

“Dari situ ya adapting (beradptasi), mencari, terus segala macam dengan masukan-masukan, pengalaman-pengalaman, bertemu dengan orang, observasi sana-sini. Akhirnya ya, sampai kepada pemahaman bahwa pada akhirnya gua se-humanis itu,” ujar Marcel.

“Gue tidak bisa berada dalam satu denomenasi terlalu lama, ternyata. Setelah itu gue harus melakukan adjustment-adjustment sehingga kemudian gua harus memutuskan untuk: ‘Oke gua akan menjalani hidup ini seperti apa adanya.’ Karena itu tadi, gua ternyata anomali. Inilah yang harus gue syukuri, inilah Marcel Siahaan,” ia menambahkan.

Marcel kemudian mengatakan tak mudah dalam mencoba pengembaraan spiritual, terutama menghadapi penilaian orang karena ia sebagai pesohor. Ia kemudian tak ingin terlalu memikirkan penilaian orang lain demi menjalani hidup apa adanya.

Daniel melanjutkan pertanyaannya mengenai pencarian spiritual Marcell setelah memeluk ajaran Buddha. Sang host kemudian mengatakan agama berbeda ritual, namun memiliki esensi spiritualitas yang sama. Marcell pun setuju pendapat Daniel.

“Gue suka dengan kata jembatan. Kita masing-masing sedang mencari ‘jembatan’ sehingga bisa berkomunikasi dengan sang Khalik. Kenapa perjalanan gue seperti ini karena gue enggak mau merasa takut. Gue bener-bener mencari cara untuk menjembatani supaya gw bisa khusyuk, begitu bahasanya. Bisa benar-benar intim dengan Sang Khalik.”

“Karena sebenarnya keintiman itu yang ingin gue dapatkan. Gue ingin mendapatkan kedamaian, mindfullness (mewawas diri), awareness (kesadaran) karena gue tahu Dia enggak akan kemana-mana,” ujar Marcell.

Mengutip dari Cnn Indonesia, Ia kemudian mengutarakan keinginannya sejak kecil yang sederhana.

“Cita-cita gue ingin menjadi orang yang lebih baik, bukan jadi orang baik. Jadi orang yang lebih baik. Gue percaya kekurangan banyak sekali, harus banyak belajar, harus mengolah, menerima, memberi, berkorban.”

“Berkorban itu bukan sesuatu yang menyakitkan. Karena gue sadar untuk mendapatkan sesuatu, kita butuh melepas sesuatu. Harus dikorbankan. Sulitnya adalah ketika harus mengorbankan yang lo bilang ego lo itu. Itu yang paling berat. Lo berperang sama diri lo sendiri. Dan, itu akan selalu ada,” tutur Marcell.***AS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *