Kuningan Memanas “2 Istri Pejabat Ke Paris ” Open Bidding Dikebut

- Pewarta

Jumat, 4 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kuningan (KontroversiNews).-Suhu di Kabupaten Kuningan memanas,berbagai persoalan bermunculan seperti dugaan gagal bayar yang makin membengkak,2 Istri pejabat pergi ke
Paris dan Open Bidding yang mulai di Kebut.

Dengan adanya hal ini.Kh.Asep Kamaludin AlBusthomi selaku ketua Puser Sagara angkat bicara.

Jumat,4/10/2024. Di sekre Puser Sagara menuturkan. Aneh sungguh Kuningan memang sudah nyampe ke sejarah ramalan orang tua dulu”KUNINGAN NGARANGRANGAN(dialog sunda),di tengah kemelut Kuningan dalam kondusi pailit setelah gagal bayar 2 tahun berturut turut,kok bisa ada 2 Istri pejabat yakni Istri pj Bupati dan PJ Sekda pergi ke Paris dalam rangka memperkenalkan “Batik Kuningan”.

Pertanyaan masyarakat dan menjadi kontroversi,mereka berdua pergi ke Paris itu pake duit sendiri,duit sponsor atau duit negara(pemda)…??????.

Itu lah yang jadi kontroversi dan polemik di masyarakat,kok jauh jauh pergi ke Paris untuk mempromosikan “Batik Kuningan”kan bisa bekerja sama dengan UMKM Kuningan atau melalui Kadin Kuningan untuk di Indonesia.”ujarnya”

Apakah segenting itu harus promosi “Batik Kuningan “ke Paris,atau ada motif apa?????heranya”

Terkait Open Bidding juga itu terkesan di percepat(kebeulet) dan di duga sudah ada pemenangnya,jadi Open Bidding ini hanya patamorgana saja.”jelasnya”

Saya selaku control sosial menilai belum ada yang signifikan kinerja Pj Bupati yang kami(Puser Sagara)lihat hannya Seremonial Seremonial saja ,belum pada titik bagaimana menyelesaikan gagal bayar di Kuningan,padahal ini yang harus di selesaikan sama Pj Bupati ,bagaimana menyelesaikan kemelut di Kuningan bukan malah di bungkus dengan kegiatan Seremonial dan tebar pesona.

Jaga kondusipitas menjelang pilkada ,berikan kesejukan kepada masyarakat dengan kinerja para birokrasi yang pro masyarakat,bukan malah bikin kontroversi di masyarakat sehingga menimbulkan paradigma kepada pejabat yang kurang baik.

Apakah Kuningan harus di bersihkan pakai water Canonn biar bersih dari konflik yang sedang melanda,karna sering di gembar gemborkan gagal bayar ,tapi kelakuan para pejabatnya malah banyak menimbulkan kontroversi di masyarakat.”pungkasnya”

Uus(boy)

Berita Terkait

Rapat Pleno Karang Taruna Kabupaten Bandung 2026 Digelar, Fokus Konsolidasi dan Penguatan Program Kerja
Pesan Ucapan Terimakasih dan Doa Pelajar SMAN Selacau Kepada Pekerja SPPG Selacau
Penanaman Jagung Serentak 750 Hektare Polda Jabar, Polsek Sindangkerta di Desa Neglasari
Sinergi Pemkot Cirebon dan BBWS: Penataan Sungai Sukalila Menjadi Ikon Baru Wisata Kota
Pemerintah Kota Cirebon Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Akselerasi Ekonomi Inklusif pada RKPD 2027
Wujudkan Proteksi Kesehatan Paripurna, Kota Cirebon Raih Penghargaan Nasional UHC Awards 2026
Jaga Memori Kolektif Bangsa, Pemkot Cirebon Akselerasi Implementasi SIKN dan JIKN Terintegrasi Nasional
Hadiri Pengukuhan MUI Jawa Barat, Wakil Wali Kota Cirebon Perkuat Sinergi Ulama-Umara demi Kemaslahatan Umat

Berita Terkait

Senin, 2 Februari 2026 - 14:05

Rapat Pleno Karang Taruna Kabupaten Bandung 2026 Digelar, Fokus Konsolidasi dan Penguatan Program Kerja

Senin, 2 Februari 2026 - 10:00

Pesan Ucapan Terimakasih dan Doa Pelajar SMAN Selacau Kepada Pekerja SPPG Selacau

Jumat, 30 Januari 2026 - 13:31

Penanaman Jagung Serentak 750 Hektare Polda Jabar, Polsek Sindangkerta di Desa Neglasari

Jumat, 30 Januari 2026 - 00:05

Sinergi Pemkot Cirebon dan BBWS: Penataan Sungai Sukalila Menjadi Ikon Baru Wisata Kota

Jumat, 30 Januari 2026 - 00:04

Pemerintah Kota Cirebon Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Akselerasi Ekonomi Inklusif pada RKPD 2027

Berita Terbaru