Ketenangan Pikiran dan Memperbaiki Kualitas Diri Dalam Islam

oleh -4 views
Ilustrasi ketenangan diri.

BANDUNG (Kontroversinews.com) – Bagaimana jika ada cara sederhana bagi manusia untuk mengontrol pikiran di semua aspek kehidupan? Apakah itu mampu mengatasi masalah atau lebih fokus beribadah, atau hanya meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan, baik rohani maupun jasmani.

Muraqabah dalam konteks Islam

Terdapat banyak jenis latihan kesadaran seperti meditasi. Mencapai muraqabah berarti berada dalam kondisi kesadaran diri yang utuh dalam hubungan seseorang dengan Allah di hati, pikiran, dan tubuh.
Pada dasarnya, berada dalam perasaan muraqabah berarti mengetahui dan menemukan kedamaian di mana Allah selalu mengawasi kita setiap saat. Akibatnya, muraqabah mengembangkan perhatian dan kepedulian yang lebih besar terhadap pikiran, tindakan, perasaan, dan keadaan batin.

Bagaimana mencapai muraqabah?

Mengutip dari laman Kumparan.com,  Muraqabah adalah sarana untuk mencapai keadaan spiritual tertinggi dalam Islam. Menurut syekh terkenal, Abdul Qadir Jilani, muraqabah diwujudkan dalam:
  • Mengetahui, atau menyadari Yang Mahakuasa
  • Mengetahui musuh, iblis, atau setan
  • Mengetahui kapasitas jiwa untuk mengenal diri sendiri
  • Mengetahui amalan yang harus dilakukan
  • Meditasi dalam Islam
Tujuan dalam meditasi Islam adalah untuk mencapai kekuatan dan kesejahteraan mental dan spiritual dengan menyadari aspek muraqabah. Nabi Muhammad SAW dikenal secara teratur mengamati periode keheningan dalam pengasingan untuk menumbuhkan kehadiran, atau kesadaran pada pikiran.
Adapun Al-Ghazali merekomendasikan empat praktik kesadaran spiritual harian yang berbeda, termasuk permohonan, mengingat Allah, membaca Alquran, dan kontemplasi mendalam.

Empat tahapan pikiran

Menurut As-Suyuti, manusia melalui empat tahap pikiran yang berbeda sebelum mewujudkan sesuatu:
  • Al Hajis:Pikiran yang datang dengan tiba-tiba
  • Al-Khatir: Sebuah pikiran yang benar-benar diperhatikan dan dipertimbangkan
  • Hadis nafs: Dialog batin yang dilakukan di mana secara serius mempertimbangkan untuk merealisasi pemikiran tersebut
  • Al Ham dan al Azm: Keputusan yang dibuat untuk mewujudkan pemikiran itu

Latihan pikiran bagi Muslim

  • Pilih waktu dan tentukan tempat yang hening untuk diri sendiri
  • Fokuskan kesadaran pada pernapasan alami. Secara bertahap, rilekskan ketegangan pada otot-otot di seluruh tubuh, seperti pada lengan, kaki, otak, dan rahang. Tenangkan hati dan pikiran secara perlahan dengan merasakan kehidupan dan energi yang telah Allah berikan di seluruh tubuh
  • Rasakan perasaan muraqabah. Ketahuilah dan rasakan bahwa Allah mengawasi. Fokuslah untuk bersama Allah. Ketika merasa terganggu, ucapkan dzikir.
Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Bahkan terkadang ada kabut di hati saya, jadi saya mohon ampun 100 kali.” (Muslim 2702)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *