Kelompok Tani Dosniroha Sigaol Simbolon mengadakan Syukuran

oleh -386 Dilihat
oleh

Samosir | Kontroversinews.-Sebagai wujud syukuran atas hasil panen padi yang dari tahun ke tahun terus meningkat meski mereka bertani di sawah tiadah hujan, kelompok tani Dosniroha di Desa Sigaol Simbolon menggelar acara makan bersama di sawah dengan mengundang masyarakat sekitar dan pemerintah kabupaten Samosir, Jumat, 11/5/18.

Selain itu, mereka juga memberikan 2 gerobak sorong merek Artco, 12 pompa air merek Swan, 12 pompa merek Tanika, dan 2 pompa merek Solo 425 kepada anggota kelompok tani Dosniroha. Pemberian alat-alat pertanian ini bersumber dari hasil keuntungan atas hasil panen padi kelompok tani tersebut.

Hal itu disampaikan Kelompok Tani yang diketuai Patar Simbolon saat acara syukuran yang mereka gelar. Ia menjelaskan bahwa kelompok tani ini beranggotakan 32 orang dan dibentuk pada 15 Januari 2006 lalu. Sejak dibentuk, lanjut Patar Simbolon, kelompok tani itu harus berjudi dengan alam karena persawahan mereka hanya menggantungkan tanamannya kepada alam yang semakin tahun semakin tidak menentu.

Meski begitu, hal ini tidak menjadi alasan bagi mereka untuk berpangku tangan. Berbekal bantuan pemerintah kabupaten Samosir melalui Dinas Pertanian yang sangat minim, dimana di masa-masa yang lalu hanya memberikan satu pompa yang sudah rusak dan juga satu handtractor yang saat ini tidak bisa lagi digunakan, mereka tetap semangat untuk bertani.

Kelompok tani Dosniroha (Keltados) merasa bersyukur atas bantuan-bantuan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Samosir selama ini. Berkat bantuan-bantuan dari pemerintah, kelompok tani Dosniroha dapat berkembang hingga mampu memberikan bantuan kepada masing-masing anggota kelompok tani kami berupa mesin penyemprot padi,” kata Patar Simbolon.

Patar menambahkan, penyelenggaraan acara yang bertema “Keltados Berkarya Membangkitkan Semangat Untuk Petani”, ini bertujuan untuk meningkatkan semangat bagi para petani untuk tetap bekerja keras. Jangan malu jadi petani, karena tanpa petani, tidak ada yang makan di dunia ini,” katanya.

Pada kesempatan itu, ia juga memohon pompanisasi kepada Bupati Samosir karena lahan yang mereka kelola seluas 25 ha lebih yang merupakan sawah tiadah hujan sehingga pengairan sangat dibutuhkan. Ia juga memohon bantuan handtractor.

Kepala Desa Sigaol Simbolon, Tohom Simbolon saat sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakatnya terlebih kelompok tani Dosniroha yang sukses dalam bertani meski sawahnya tiadah hujan. Ke depan, ia mengatakan siap mendukung kelompok tani yang ada di Desa Sigaol Simbolon dalam hal mencari solusi bersama mengatasi permasalahan yang muncul di saat bertani.

Viktor Simbolon, Anggota DPRD Samosir yang turut hadir menyampaikan usulan kepada Bupati Samosir bahwa dirinya sebagai putra daerah Palipi meminta agar penakaran bibit baik padi, bawang dan tanaman lainnya dibangun di Desa Sigaol Simbolon.

Sementara itu, Kadis Pertanian, Erkanus Simbolon mengakui bahwa Dinas Pertanian masih sedikit memberikan bantuan kepada kelompok tani Dosniroha, namun ia berterima kasih kepada kelompok tani tersebut tetap mampu mandiri ditengah minimnya perhatian pemerintah.

“Dinas Pertanian tetap komit untuk mendukung para petani dan kelompok tani yang benar-benar bekerja. Kami akan pertimbangankan dan mengutamakan permohonan bantuan Kelompok Tani Dosniroha,” katanya.
Menanggapi permohonan kelompok tani Dosniroha, Bupati Samosir, Rapidin Simbolon mengatakan bahwa pertanian saat ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Samosir, untuk itu petani harus bekerja keras dan pemerintah siap mendukung. Bupati Samosir juga menjanjikan akan membangun pompanisasi di Simbolon dan Tahun 2019 itu sudah ada agar para petani bisa tertolong saat musim kemarau.

Lebih lanjut dijelaskannya bahwa pompanisasi yang akan dibangun dapat mengairi hingga 1000 ha lahan pertanian. Namun dalam melaksanakan pembangunan ini, ia berharap masyarakat bersedia melepas lahan. Selain pompanisasi, Bupati Samosir juga menjanjikan satu unit Combine Harvester (mesin pemanen padi) kepada keltados dan langsung disambut tepuk tangan dari para petani.

Keltados harus menjadi contoh bagi kelompok tani lainnya. Bantuan-bantuan yang diberikan pemerintah harus dijaga dan digunakan bagi kepentingan kelompok tani. Dengan adanya mesin pompa air, nantinya petani akan makmur, sedikitnya dalam dua kali setahun harus mampu panen sehingga kesejahteraan petani meningkat,” kata Rapidin Simbolon.

Tak hanya itu, Wakil Bupati Samosir, Juang Sinaga juga menjanjikan akan memberikan handtractor kepada kelompok tani Dosniroha sebagai ganti handtractor mereka yang sudah rusak.
Dalam kesempatan ini kelompok tani Dosniroha menyerahkan hasil pertanian berupa beras dan bawang kepada Bupati, Wakil Bupati Samosir sebagai ungkapan terima kasih atas perhatian pemerintah.(ps) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *