H.Yanto : Himbau Masyarakat Waspada di Musim Hujan

- Pewarta

Selasa, 24 Desember 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kab Bandung | Kontroversinews.-Musim penghujan dari mulai bencana banjir ,longsor dan lainnya menjadi catatan penting bagi masyarakat untuk selalu waspada ,terutama yang berada di daerah rawan longsor seperti terjadi di Sungapan Sadu Kec Soreang serta banjir bandang di Kec Kertasari dan daerah lainnya di wilayah Kab Bandung .

Hal senada dikatakan Ketua Komisi C anggota DPRD Kab Bandung ,H.Yanto Setianto SE, kami selaku anggota DPRD Kab Bandung dari Komisi C , tentunya bagian dari masyarakat Kab Bandung.

Bilamana ada warga Kab Bandung terkena bencana baik longsor maupun banjir , mereka hanya bisa berteriak di daerahnya masing – masing ,sedangkan kita punya kebijakan dan punya hak menganggarkan .

Kami anggota DPRD Kab Bandung merasa ikut bertanggung jawab ,kami dari Komisi C bermitra dengan OPD infrastruktur, beberapa waktu yang lalu kita melihat kinerja BBWS yang pertama normalisasi sungai Ciranjeng Cisangkuy ,Alhamdullilah ada progres penyelesaian walaupun selesainya di tahun 2021.

Kita harapkan dan kita desak untuk segera diselesai dan di Curug Jompong ada terowongan ,sekarang sudah berfungsi sekitar seminggu yang lalu ,itu yang diperlukan masyarakat bukan hanya kirim mie instan atau yang lainnya atau ikut berduka yang sifatnya seremonial .

Yang dibutuhkan masyarakat realita kalau sekarang banjir tahun depan tidak banjir ,banyak lahan berubah fungsi yang tadinya ditanami pohon Kina sekarang ditanami sayuran yang jelas tidak bisa menahan air .

Pertama menganggarkan agar derita rakyat tidak berlarut larut paling tidak minimalisir bencana ,siapapun pemimpinnya dan wakil rakyatnya tidak menginginkan masyarakatnya kena bencana .

“Seperti bencana longsor di Sungapan Sadu Soreang ,kami dari komisi C akan mempertanyakan yang memberikan ijin galian C walaupun milik provinsi dan provinsi harus melakukan evaluasi, seharusnya setiap galian harus melihat dan mengkaji bila tidak layak jangan dipaksakan ,” pungkasnya. (Mindra) 

Berita Terkait

Penanaman Jagung Serentak 750 Hektare Polda Jabar, Polsek Sindangkerta di Desa Neglasari
Sinergi Pemkot Cirebon dan BBWS: Penataan Sungai Sukalila Menjadi Ikon Baru Wisata Kota
Pemerintah Kota Cirebon Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Akselerasi Ekonomi Inklusif pada RKPD 2027
Wujudkan Proteksi Kesehatan Paripurna, Kota Cirebon Raih Penghargaan Nasional UHC Awards 2026
Jaga Memori Kolektif Bangsa, Pemkot Cirebon Akselerasi Implementasi SIKN dan JIKN Terintegrasi Nasional
Hadiri Pengukuhan MUI Jawa Barat, Wakil Wali Kota Cirebon Perkuat Sinergi Ulama-Umara demi Kemaslahatan Umat
Kecamatan Dayeuhkolot Matangkan Persiapan Program Makan Bergizi Gratis
AKBP Eko Munarianto Resmi Jabat Wakapolresta Cirebon

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 13:31

Penanaman Jagung Serentak 750 Hektare Polda Jabar, Polsek Sindangkerta di Desa Neglasari

Jumat, 30 Januari 2026 - 00:05

Sinergi Pemkot Cirebon dan BBWS: Penataan Sungai Sukalila Menjadi Ikon Baru Wisata Kota

Jumat, 30 Januari 2026 - 00:04

Pemerintah Kota Cirebon Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Akselerasi Ekonomi Inklusif pada RKPD 2027

Rabu, 28 Januari 2026 - 20:32

Jaga Memori Kolektif Bangsa, Pemkot Cirebon Akselerasi Implementasi SIKN dan JIKN Terintegrasi Nasional

Rabu, 28 Januari 2026 - 20:31

Hadiri Pengukuhan MUI Jawa Barat, Wakil Wali Kota Cirebon Perkuat Sinergi Ulama-Umara demi Kemaslahatan Umat

Berita Terbaru