Kuningan (Kontroversinews).-Ramainya pemberitaan adanya dugaan Kasuistik Dana JKN dan BOK di berbagai media, bahkan sampe adanya pelaporan ke Kejati Jabar oleh salah satu Lsm.
Forum Komunikasi Gabungan Ormas & Lsm Kuningan(FKGOL)ikut menyoroti juga.
Jumat,21/3/2025.Di sekretariat FKGOL,beberapa ketua dan pengurus Ormas & Lsm berkumpul untuk membahas,mengkaji,menganalisa, berbagai persoalan di Kabupaten Kuningan termasuk persoalan JKN dan BOK.
Bung Manap dari Gibas angkat bicara.Memang Kuningan akibat 3 tahun gagal bayar meninggalkan banyak persoalan,salah satunya dugaan pungli uang Dana JKN dan BOK di lingkup Dinas Kesehatan.
Padahal masih banyak juga pengelolaan anggaran di tiap SKPD yang di duga banyak bermasalah dan perlu di analisa,dikaji,serta di investigasi.”ungkapnya”
Masih kata Bung Manap menambahkan.Kami apresiasi dengan gebrakan Bupati Dr.Dian Rachmat Yanuar. M.Si adakan sidak terhadap pelayanan masyarakat yang buruk,evaluasi BUMD yang tidak produktif,ajak duduk bersama legislatif untuk efisiensi anggaran,adakan pasar murah ketahanan pangan ,pembinaan serta peringatan bagi ASN/PNS yang bekerja tidak disiplin,dll.Semoga awal baru menuju Kuningan terang.”ujarnya”
Namun perlu di perhatikan dan menjadi perhatian juga persoalan persoalan akibat dari gagal bayar 3 tahun ke belakang,karna tetap akan berimbas dan berefek kepada pemerintahan daerah yang di pimpin sekarang,kalau sampe dugaan pengelolaan keuangan daerah di beberapa SKPD mulai bermunculan dan di angkat ke publik bahkan sampe adanya pelaporan ke APH di provinsi dan Pusat.
Dengan adanya kasuistik dugaan Pungli Dana JKN dan BOK mulai di mencuat, ini juga bisa menjadi titik awal pijakan kami dari FKGOL mulai akan menganalisa,mengkaji,dan akan Investigasi ke beberapa SKPD yang terkait Data yang Kami Punya,yakni Dana Transper Ke Daerah(TKD),baik itu Dana DBH,DAU,DAK,HIBAH,FISKAL.
Berdasarkan kajian,analisa dan hasil investigasi sementara,banyak Anggaran tahun 2023 dan 2024 yang tidak terserap di masyarakat dan Dinas terkait tidak menerima anggaran,namun hasil data yang kami punya dari kemenkeu ada laporan kegiatan anggaranya.
Ini Banyak terjadi di beberapa SKPD, pertanyaan kami dan mungkin sebagian masyarakat Kuningan,ada apa dengan tata kelola anggaran Pemda Kuningan.
Kok bisa Duit di Cairkan tidak terserap ke masyarakat dengan dalih pihak Dinas tidak terima duit,aneh,aneh,aneh…..?????”sambil tepuk jidat,heranya”
Kami dari FKGOL Kuningan akan segera berkirim surat kepada Ketua DPRD Kuningan adakan audensi dengan Pemda Kuningan terkait pengelolaan Dana Transper Ke Daerah(TKD), karna dewan Juga punya tanggung jawab juga terhadap anggaran yang di kelola Pemda Kuningan.
Jangan sampe kaya dulu dulu,udah gagal bayar baru bikin pansus dan ribut sibuk dengan pansus,padahal mereka juga ikut merumuskan anggaran bersama Pemda Kuningan(eksekutif).
Ini semua kami(FKGOL) lakukan demi perbaikan kedepan,jangan sampe terjadi lagi gagal bayar atau krisis keuangan Pemda,semoga dengan adanya kepemimpinan Bupati Baru dan gebrakan 100 hari kerja nya yang sudah mulai terlihat serta Dewan Dewan Baru,Kuningan kedepan bisa terang dan ada peningkatan kemakmuran masyarakat Kuningan.
Jangan hanya para pengurus masyarakat Kuningan saja yang Makmur sejahtera tapi masyarakatnya juga sama.”pungkasnya”
Uus(boy)