Febri : Wali Kota Dumai Diperiksa Sebagai Saksi

oleh -176 Dilihat
oleh

Dumai, Riau | Kontroversinews.- Humas Pemerintah Kota Dumai Riski Kurniawan menyebutkan pemeriksaan Wali Kota Zulkifli As oleh KPK dalam status sebagai saksi terkait dugaan korupsi usulan dana perimbangan daerah pada RAPBN-P 2018.

Wali Kota Zulkifli As adalah salah satu saksi dipanggil KPK untuk memberikan keterangan pada penyidik, dan bukan sebagai tersangka atas kasus menjerat pejabat Kementerian Keuangan RI dan Anggota DPR, katanya di Dumai, Selasa.

“Wali Kota menghormati proses hukum, dan pemeriksaan oleh KPK dalam kapasitas sebagai salah satu saksi,” katanya.

Menurut dia, sebagai bentuk kepatuhan dan taat hukum, Wali Kota dari Partai Nasdem ini mengikuti pemeriksaan KPK, dan berharap berjalan baik tanpa ada kendala.

Terkait kasus usulan dana perimbangan keuangan daerah itu, Riski mengaku tidak terlalu mengerti proses yang sudah berjalan, namun sebagai warga negara taat hukum, tentunya harus dihormati.

“Tentu kita berharap masyarakat bisa mendoakan Wali Kota agar dapat menyelesaikan proses hukum dan semoga semuanya baik baik saja,” sebut Riski.

KPK memanggil Wali Kota Dumai Zulkifli As dan Bupati Kampar Azis Zaenal dalam penyidikan tipikor suap terkait usulan dana perimbangan daerah pada RAPBN Perubahan 2018.

“Hari ini dijadwalkan pemeriksaan Wali Kota Dumai dan Bupati Kampar sebagai saksi untuk dua tersangka berbeda dalam kasus suap dana perimbangan daerah,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Selasa.

Zulkifli As diperiksa untuk tersangka Yaya Purnomo, sedangkan Azis Zaenal akan diperiksa untuk tersangka Amin Santono.

Wali Kota Dumai sempat dipanggil KPK pada 25 Juli 2018, namun tidak hadir.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan 4 tersangka, yaitu anggota Komisi XI DPR Amin Santono, Eka Kamaluddin (perantara), serta Yaya Purnomo (eks pejabat Kemenkeu) dan seorang kontraktor Ahmad Ghiast.

Sebelumnya, KPK telah memeriksa Kepala Subbagian Program Dinas Pendidikan Dumai Ali Ibnu Amar dalam kapasitas sebagai saksi terkait kasus dugaan suap itu pada Kamis (2/8). ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *