Dampak Buruk Jika Konsumsi Vitamin C Berlebihan

oleh -0 views
Ilustrasi Vitamin C / Sumber: iStock

JAKARTA (Kontroversinews.com) – Vitamin C memiliki peran penting dalam menjaga daya tahan tubuh, juga sebagai benteng yang melindungi tubuh dari berbagai macam penyakit. Oleh karena itu konsumsi harian vitamin C sangat penting untuk diperhatikan demi kesehatan dan kebugaran tubuh, terlebih pada masa pandemi COVID-19 seperti sekarang ini.

Melansir Mayo Clinic, Vitamin C merupakan nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk membentuk pembuluh darah, tulang rawan, otot, dan kolagen pada tulang. Selain itu, konsumsi Vitamin C juga dapat membantu proses pemulihan dalam tubuh dan membantu fungsi antioksidan dalam menetralisis radikal bebas.

Sementara dikutip Healthline, vitamin C memang sangat membantu kekebalan tubuh serta mendukung fungsi seluler sistem kekebalan tubuh. Namun, vitamin C tak bisa dikonsumsi sembarangan.

Anda perlu memperhatikan dosis asupan yang tepat agar dapat merasakan manfaat dari vitamin C secara efektif. Pasalnya, konsumsi vitamin C yang berlebih dapat menyebabkan beberapa efek samping yang tidak diinginkan oleh tubuh dan menimbulkan risiko penyakit.

Beberapa contoh efek samping dari kelebihan vitamin C di antaranya menyebabkan efek gastrointestinal berupa kram, mual, dan diare. Juga dapat menimbulkan sakit kepala dan masalah tidur. Selain itu, kelebihan vitamin C juga dapat membuat zat besi terserap dalam jumlah banyak sehingga berbahaya bagi mereka yang menderita hemakromatosis.

Dijelaskan dalam Healthline, hemakromatosis merupakan kondisi medis di mana terlalu banyak zat besi menumpuk di dalam tubuh. Kondisi ini dapat terjadi jika terlalu banyak mengkonsumsi zat besi atau kelebihan suplemen vitamin C. Hal ini bisa menimbulkan masalah kesehatan yang serius, sebab tubuh tidak dapat menghilangkan kelebihan zat besi.

Walaupun efeknya tidak menyebabkan overdosis parah, Anda tetap harus memahami aturan-aturan dalam konsumsi vitamin C. Salah satu kuncinya adalah mempelajari berapa banyak vitamin C yang benar-benar Anda butuhkan agar tepat pada dosisnya.

Menurut Peraturan Badan Pengawas Obat Dan Makanan tahun 2020, dosis vitamin C harian tertinggi yang tidak menimbulkan risiko adalah 1.000 miligram per hari.

Sementara itu anjuran Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang diatur dalam Peraturan Kementerian Kesehatan RI No 28 Tahun 2019 mengatur :

  • Anak di bawah usia 9 tahun untuk mengonsumsi asupan vitamin C harian sebanyak 40-50 mg.
  • Remaja 12-18 tahun memerlukan vitamin C sekitar 50-90 mg per hari.
  • Orang dewasa lebih dari 18 tahun, kebutuhan vitamin C hariannya bisa mencapai 75-90 mg per hari.

Untuk memenuhi kebutuhan dosis vitamin C harian tersebut, Anda dapat mengonsumsi buah dan sayuran yang kaya akan vitamin C seperti jeruk, strawberi, kiwi, brokoli, bayam, dan lain sebagainya. Selain itu, Anda juga dapat memenuhi kebutuhan vitamin C harian melalui konsumsi suplemen salah satunya dengan IPI Vitamin C.

IPI Vitamin C berguna untuk pencegahan dan pengobatan akibat kekurangan vitamin C dalam tubuh. Selain itu, vitamin ini juga dapat membantu menjaga daya tahan tubuh.

Dalam setiap tablet IPI Vitamin C terdapat kandungan 50mg vitamin C. Cara penggunaannya pun mudah dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan seluruh anggota keluarga, yaitu

  • Anak di bawah usia 9 tahun untuk mengonsumsi minimal 1 tablet IPI Vitamin C setiap hari
  • Remaja 12-18 untuk mengonsumsi minimal 2 tablet IPI Vitamin C setiap hari
  • Orang dewasa lebih dari 18 tahun mengonsumsi minimal 2 tablet IPI Vitamin C setiap hari

Dengan begitu Anda tak perlu lagi kesulitan menyesuaikan dosis yang tepat untuk dapat memenuhi kebutuhan vitamin C harian. Juga terhindar dari efek samping overdosis vitamin C.

IPI Vitamin hadir sebagai rangkaian produk vitamin yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan. Tersedia juga pilihan vitamin satuan lain, di antaranya Vitamin A, Vitamin B1, Vitamin B12, dan Vitamin B Kompleks. Seluruh rangkaian vitamin ini dilengkapi dengan sertifikasi halal.

IPI Vitamin dapat diperoleh dengan harga terjangkau dan bisa dengan mudah ditemui di apotek, supermarket, atau melalui e-commerce.***AS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *