Bom Bunuh Diri Bandara Kabul Afghanistan, Begini Kronologinya

- Pewarta

Jumat, 27 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kontroversinews.com – Bom bunuh diri di Bandara Internasional Hamid Karzai, Afghanistan, pada Kamis (26/8).  Bom bunuh diri terjadi sekitar Kamis malam yang terdiri dari dua ledakan. Ledakan pertama terjadi di Abbey Gate, satu gerbang utama masuk bandara yang selama ini menjadi tempat menampung pengungsi Afghanistan. Sementara itu, ledakan kedua terjadi di dekat Baron Hotel yang tak jauh dari Abbey Gate.

Dua pengebom bunuh diri dilaporkan meledakkan diri sambil mendekati kerumunan orang di salah satu gerbang bandara.

Dikutip Reuters, sejumlah video jurnalis lokal yang beredar memperlihatkan puluhan jasad tergeletak di gerbang bandara. Beberapa terpental ke dekat pagar bandara.

Sejumlah orang yang selamat mengungkapkan kengerian ledakan dan berupaya mencari kerabatnya yang ikut berada di lokasi kejadian.

“Saya melihat bagian tubuh orang tua, pria wanita, dan anak-anak terluka, tercerai-berai, saluran drainase berubah menjadi aliran darah,” paparnya menambahkan.

Bom bunuh diri ini terjadi beberapa hari jelang tenggat waktu penarikan pasukan Amerika Serikat seluruhnya dari Afghanistan.

Presiden AS Joe Biden mengutuk serangan di Bandara Kabul itu. Ia juga telah memerintahkan komandan militer AS mengembangkan rencana operasional untuk menyerang ISIS-K, afiliasi kelompok ISIS di Pakistan dan Afghanistan, yang diklaim bertanggung jawab atas insiden tersebut.***AS

 

 

Berita Terkait

Rusia Pertahankan Proyeksi Pertumbuhan PDB 2025 Sebesar 2,5 Persen
Keluarga PMI yang Meninggal di Kamboja Lapor ke Polda Metro Jaya
2.273 Warga Terdampak Gempa Myanmar Manfaatkan Layanan Medis Indonesia
Presiden Prabowo Ingin RI Belajar Teknologi Pertanian Yordania
RI, Turki Teken 3 MoU Bidang Kedaruratan, Kebudayaan, dan Komunikasi
Trump Tunda Pemblokiran TikTok, Beri Perpanjangan waktu 75 hari
Ikuti Maraton Liuzhou, Mahasiswa Indonesia Berbagi Kesan Tentang China
SAR Malaysia Selamatkan Korban Gempa Myanmar Terperangkap Enam Hari

Berita Terkait

Senin, 21 April 2025 - 11:43

Rusia Pertahankan Proyeksi Pertumbuhan PDB 2025 Sebesar 2,5 Persen

Jumat, 18 April 2025 - 15:57

Keluarga PMI yang Meninggal di Kamboja Lapor ke Polda Metro Jaya

Kamis, 17 April 2025 - 10:36

2.273 Warga Terdampak Gempa Myanmar Manfaatkan Layanan Medis Indonesia

Selasa, 15 April 2025 - 09:32

Presiden Prabowo Ingin RI Belajar Teknologi Pertanian Yordania

Jumat, 11 April 2025 - 09:51

RI, Turki Teken 3 MoU Bidang Kedaruratan, Kebudayaan, dan Komunikasi

Berita Terbaru