Angka Rata-Rata Lama Sekolah di Kabupaten Bandung Baru Mencapai 8,79 Tahun atau Hanya Sampai SMP

Bupati Bandung, HM. Dadang Supriatna saat menghadiri kegiatan serah terima produk-produk PKM (mesin dan peralatan) dari Universitas Telkom ke masyarakat mitra Kabupaten Bandung di Gedung Landmark Tower Tel-U Dayeuhkolot, Selasa (4/1).

DAYEUHKOLOT Kontroversinews.com – Pemerintah Kabupaten Bandung menargetkan peningkatan rata-rata lama sekolah menjadi sepuluh tahun pada 2023. Diketahui, saat ini rata-rata lama sekolah di Kabupaten Bandung baru mencapai angka 8,79 tahun atau hanya pada tingkat SLTP atau SMP. Upaya yang dilakukan pemerintah daerah adalah dengan menyiapkan dana Rp5 miliar untuk beasiswa.

Bupati Bandung, HM Dadang Supriatna mengatakan berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan harapan lama sekolah warga Kabupaten Bandung adalah 12,9 tahun. Artinya, kata Dadang, masyarakat memiliki harapan untuk bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang perkuliahan atau perguruan tinggi.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bandung agar masyarakatnya bisa mengenyam pendidikan perguruan tinggi adalah dengan menggulirkan program beasiswa. Dikatakan bupati, sudah siapkan anggaran sebesar Rp5 miliar untuk program beasiswa pendidikan.

Bupati Bandung, HM. Dadang Supriatna.

“Kita sudah anggarkan tahun ini Rp5 miliar. Jadi nanti polanya dengan perguruan tinggi, kita bayar per semester, tapi diprioritaskan untuk masyarakat yang benar-benar tidak mampu dan minimal hafidz alquran satu sampai tiga juz,” ujar Dadang usai kegiatan serah terima produk-produk PKM (mesin dan peralatan) dari Universitas Telkom ke masyarakat mitra Kabupaten Bandung di Gedung Landmark Tower Tel-U Dayeuhkolot, Selasa (4/1).

Sejumlah perguruan tinggi seperti Unpad, UIN, Unjani dan Tel-U, ungkap Dadang, sudah menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah. Misalnya Tel-U yang menyenggarakan beasiswa melalui program subsidi silang.

“Dengan kerja sama pemerintah daerah dengan Tel-U, mudah-mudahan bisa mengangkat rata-rata lama sekolah di Kabupaten Bandung. Dan saya targetkan pada tahun 2023, rata-rata lama sekolah mencapai minimal sepuluh tahun,” tutur Dadang.

Disisi lain, bupati mengapresiasi hasil karya mahasiswa Tel-U yaitu mesin-mesin dan aplikasi yang disumbangkan kepada masyarakat Desa Sukapura Kecamatan Dayeuhkolot. Kata Dadang, hal tersebut merupakan salah contoh penerapan kolaborasi Pentahelix yang bisa dicontoh oleh perguruan tinggi lainnya. Karena dengan menjalin kerjasama dengan akademisi, maka bisa mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat Kabupaten Bandung.

Sementara itu, Rektor Tel-U, Prof Dr. Adiwijaya menambahkan dengan penyerahan bantuan peralatan mesin dan aplikasi dari mahasiswa Rekayasa Industri Tel-U ini, selain bisa menunjukkan SDM yang unggul, hasil riset dan inovasinya bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

“Karena itu civitas akademika Tel-U selalu kami ajak untuk bisa meng-capture problem-problem yang ada di masyarakat sekitar kampus. Juga menjadi bagian dari solusi atas problem di masyarakat tersebut,” pungkas Adiwijaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *