Cirebon | Kontroversinews.com –Baru minggu kemarin PPK jalan Nasional III dan IV di Geruduk oleh ormas Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI) Aakibat adanya dugaan kegiatan pelebaran jalan Nasional mulai dari Cirebon – Cageur kuningan dengan pagu anggaran Rp.36 miliar terindikasi adanya dugaan tidak sesuai dengan bestek , dengan dikerjakan asal-asalan dan diduga kuat mengurangi polume pekerjaan. proyek pelebaran jalan peningkatan jalan yang disebut Presertasi tersebut yang dikerjakalan oleh PT.Perwita asal Jogja tersebut dengan jumlah anggaran Rp.36 Miliar itu yang dikerjakan dari mulai Cirebon Cageur Kuningan dengan panjang pelebaran jalan sepanjang 35 Km tahun anggaran 22020 yang sekarang lagi dilaksanakan bahkan dianggap tidak transparan. Pasalnya, proyek yang dikerjakan ini tidak ditemukan papan informasi (plang proyek).
Sehingga akhirnya Laskar LMPI ( laskar merah putih Indonesia ) menyikapi berbagai permasalahan dilapangan itu, ternyata sampai saat ini diduga masih tidak ada pembenahan sama sekali dari pihak PPK.
Kenyatan itu seperti disampaikan beberapa sumber dilapangan, kembali menemukan adanya sebuah pelaksanaan pengecoran mengalami amblas bagai kubangan.ketika ditanya awak media ini kepada masyarakat sekitar,kenapa coran ini amblas” menurut masyarakat disana mengungkapkan bahwa coran baru beberapa hari dilaksanakan namun sekarang jadi amblas bagai kubangan mungkin karena tergilas mobil.”ia pak coran ini memang baru selesai kemarin kemarin tetapi entah tergilas mobil atau kenapa yang jelas paktanya sekarang kenjadi kubangan .padahal semestinya coran kaya gini sehari pun langsung kuat dan tidak terjadi amblas, mungkin corannya kurang bagus yah pak ?.omongnya pada media ini dilapangan dan takut terjadi adanya kecelakaan ahirnya sama warga dikasih tanah buat padatan supanya menghindar kecelakaan.”ungkapnya.
Hal itu tentu mengundang kecurigaan jangan jangan kualitas corannya kurang bagus sehingga amblas terjadi .

Kemarin sewaktu disambangi Laskar LMPI,Kasubag TU yang bernama Asep pun tidak menyangkal ketika beberapa gambar dan video serta temuan dilapangan disampaikan oleh Laskar LMPI diantaranya baru kerikil buat agregat yang tidak berkualitas karena memakai batu koral (seperti sisa sisa batu pasir yang disaring ) kualitas adukan yang diduga kurang bagus serta kedalaman yang diraguka karena dugaan sementara hanya mencapai tinggi abregat 13 cm dan coran 18 cm, sementara menurut acuan dalam RAB yang disampaikan PPK jalan nasional III dan IV Arif Budiman melalui TU Asep Supriadi, dirinya mengatakan bahwa pekerjaan itu semuanya harus ketinggian 35 cm diantaranya 15 cm galian buat agregat dan 20 cm buat pelaksanaan coran .jika benar apa yang disampaikan oleh Laskar LMPI dilapangan seperti itu tentu hal itu jelas akan kami tindak sesuai prosedur namun sebelum terlanjur jauh mumpung pekerjaannya masih 50 % mari kita benahi supaya bagus kedepannya. Dirinya juga mengakui bahwa pernah menegur dan mengarahkan kepala pengawas supaya suruh dipasang papan proyek namun paktanya sampai saat ini tidak ada.bahkan Asep juga mengatakan bahwa pihaknya juga pernah menegur pelaksana ketika dilapangan terutama untuk bantalan tidak memakai amparam plastik ,plastik yang dipasang hanya pinggirnya saja dan itu jelas merugikan karena kualitas bangunan cairan semen tentu akan bleber dan menyerap ke tanah .
Anehnya pelaksana kegiatan ataupun penanggung jawab kehumasan perusahaan ataupun direktur Perusahaan Perwita ketika ditlo kemarin oleh TU tentang permasalahan yang ada, termasuk yang dipertanyakan oleh pihak Laskar LMPI ataupun balai jalan nasional ternyata semuanya mengarahkan supaya di kordinasikan saja dengan PPK balai. Hal ini tentu menjadi tanda tanya besar ada apa dibalik pembangunan pelebaran pengerasan presentasi jalan tersebut ? Kenapa pihak penyedia malah melemparkan tanggung jawab, ? Mungkinkah semuanya di setir oleh PPK sehubungan pemenang lepaksananya jauh di Jogja ataukah ada hal lain yang pada ahirnya saling lempar tanggung jawab.?
Karena masih tidak ada pembenahan yang nyata para proses bagusnya kegiatan ,rencananya pihak Laskar merah putih akan mengawal terus dan akan melaporkan masalah ini ke pihak yudikatif karena janji Kasubag TU mau melakukan pembenahan ternyata kuat dugaan malah tutup mata ,paktanya kualitas adukan tetap diragukan dan kejadian amblas terjadi..
Apalagi dengan adanya pengurangan polume dan kualitas yang diragukan itu nantinya khawatir akan merugikan keuangan negara yang mengarah kepada KKN dan di saat Vandemik Virus corona Sekaran ini ada larangan untuk sementara kegiatan proyek dihentikan sementara Tetapi ini giatannya dilapangan terus berjalan dan terkesan dipaksakan seolah olah mengejar target. Hal inilah yang perlu kita sikapi.”ungkap Djenggo sebagai ketua Laskar.(tim)








