Ahmad Yusuf: Jumlah Petugas, Idealnya Dilihat dari Luas Wilayah dan Volume Kendaraan

oleh
Apel pagi sebelum melaksanakan tugas, Kepala Seksi Pengaturan dan Pengawasan Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung, H. Ahmad Yusup Komarul Hayat memimpin dulu apel dan memberi arahan kepada anggotanya.

SOREANG | Kontroversinews – Ada titik-titik jalur di Kabupaten Bandung yang diprioritaskan sejak mewabahnya Corona, utamanya jalur masuk ke wilayah Ibu Kota Kabupaten Bandung Soreang, wilayah Cangkuang, dan Jalur Kopo-Soreang.

“Di jalur Cangkuang yang sebelumnya merupakan titik macet, karena saat ini sekolah belum masuk maka petugas yang biasanya bertugas diarea sekolah, maka digeser ke wilayah Cangkuang. Dengan banyaknya petugas yang berjaga diwilayah Cangkuang membuat kemacetan dapat terurai,” ujar Kepala Seksi Pengaturan dan Pengawasan Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung, H. Ahmad Yusup Komarul Hayat di Soreang, Jumat (17/7).

Kepala Seksi Pengaturan dan Pengawasan Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung, H. Ahmad Yusup Komarul Hayat.

H. Yusuf mengungkapkan, petugas lalu lintas dibawah pimpinannya ada 142, yang tersebar di wilayah Kabupaten Bandung, seperti Kecamatan Nagrek, Kecamatan Cicalengka, Kecamatan Cileunyi, Kecamatan Cibiru, Jalur Kopo Soreang, Jalur Soreang Banjaran, Jalur Ciparay Majalaya, dan wilayah Bojongsong. Jadi, dengan wilayah Kabupaten Bandung yang cukup luas, Yusup merasa jumlah petugas yang tersedia itu masih kurang.

“Jumlah petugas itu, idealnya dilihat dari luas wilayah dan juga volume kendaraan yang ada. Karena, jika jumlah kendaraanya banyak maka seharusnya petugasnya juga banyak,” tuturnya.

Yusup melanjutkan, selain diwilayah Cangkuang, titik kemacetan juga ada diwilayah Rancamanyar yang memiliki luas jalan kurang ideal sedangkan jumlah kendaraannya cukup banyak, serta dijalur tersebut juga ada jembatan yang menjadi jalur kendaraan.

“Sekali lagi karena keterbatasan jumlah anggota, kami hanya bisa menggeser petugas, agar bisa mengurai kemacetan,” tutur Yusup.

Yusup menghimbau pengguna jalan untuk mengikuti aturan lalu lintas seperti tidak berhenti sembarangan, tidak menurunkan penumpang disembarang diarea terlarang. Intinya adalah bisa melakukan perjalanan dengan aman dan selamat.

Sementara itu, petugas lapangan Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung, Wildan Rismansyah mengatakan  Jalur Simpang Gading sudah kembali normal karena traffic light yang kembali berfungsi.

“Kendalanya itu diangkot yang sering berhenti sembarangan,” jelasnya. (Lily Setiadarma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *