Kab. Cirebon | Kontroversinews.-Kasus Kepala Desa lecehkan wartawan terjadi lagi, kali ini menimpa 5 wartawan dari berbagai media, saat berkunjung ke Desa Wiyong, Kecamatan Susukan untuk melakukan wawancara kegiatan dana desa di desa tersebut.
Namun saat bertemu dengan kepala desa, hal yang tidak terduga terjadi entah sebab apa, tiba-tiba kades melontarkan kata yang secara tidak langsung diduga bernada penghinaan terhadap 5 wartawan tersebut dengan mengatakan “wartawan bodrek”.
Wawancara tentang banyaknya dugaan penyalah gunaan anggaran dana desapun urung dilakukan, dan atas dugaan penghinaan tersebut ke 5 wartawan ini mendatangi polres untuk membuat pengaduan.
Selang beberapa waktu setelah membuat pengaduan,ke 5 wartawan yang merasa dihina ini. mencoba menghubungi salahsatu penyidik yang berinisial E,lewat sambungan selullar dan penyidik tersebut mengatakan bahwa perangkat Desa Wiyong sudah dipanggil semua, begitu juga dengan Kuwu (kepala desa ) untuk dilakukan pemeriksaan ujarnya.
Atas jawaban penyidik yang diduga kurang memuaskan, 5 wartawan ini meminta pendapat kepada salah seorang tokoh pemerhati kinerja desa dan media yang bernama Jhoni Lubis atau yang biasa dikenal dengan sebutan bang PRIMA.
Bahwasanya kasus kepala desa wiyong harus diusut sampai tuntas dan tegas, bila perlu segera digiring ketingkat pengadilan, agar tidak ada lagi masalah serupa dikemudian hari. Orang-orang yang meremehkan wartawan atau jurnalis dengan semena-mena dan mengatakan yang tidak-tidak terhadap wartawan.
Sampai berita ini diturunkan, wartawan media ini belum berhasil menemui kepala desa yang dimaksud. (kusyadi)








