Perkuat Kesiapsiagaan di Musim Hujan, Wali Kota Pimpin Monitoring Kawasan Rawan Banjir

- Pewarta

Selasa, 2 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cirebon, Kontroversinews,Com.- Pemerintah Kota Cirebon terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi meningkatnya curah hujan. Untuk itu, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo memimpin langsung kegiatan monitoring kawasan rawan banjir bersama unsur Forkopimda dan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait pada Selasa (2/12/2025). Peninjauan dilakukan ke beberapa titik yang selama ini menjadi perhatian, di antaranya RW 08 dan RW 09 di sekitar Terminal Drajat yang berbatasan dengan aliran Sungai Suba, kawasan Suradinaya RW 08 dan RW 06 di Kelurahan Pekiringan, termasuk wilayah belakang GTC yang bersinggungan dengan Sungai Kedung Pane, serta Lawang 9 Kasepuhan yang dialiri Sungai Kriyan.

Sejak pagi, rombongan bergerak menyusuri bantaran sungai dan saluran drainase di lokasi-lokasi tersebut. Pemeriksaan dilakukan secara detail untuk memastikan kondisi terkini serta memetakan kebutuhan penanganan yang mendesak.

“Alhamdulillah, saya bersama Pak Kapolres, BBWS, dan dinas terkait melakukan survei, melakukan peninjauan lapangan terhadap penanggulangan banjir. Prakiraan cuaca menunjukkan adanya peluang peningkatan curah hujan pada Januari mendatang, sehingga upaya pencegahan harus dipercepat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota menjelaskan bahwa sejumlah titik sudah mulai ditangani melalui pengerukan, pendalaman sungai, serta pembersihan sedimentasi oleh Pemerintah Kota Cirebon maupun dukungan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung. Upaya ini ditargetkan terus berlangsung hingga akhir Desember agar aliran air dapat kembali lancar pada musim hujan.

“Ada beberapa sungai yang memang kita berupaya, berupaya semaksimal mungkin untuk bisa dikeruk dan bisa lancar airnya,” jelasnya.

Monitoring ini sekaligus menjadi momentum untuk menentukan langkah pembenahan lanjutan. Wali Kota menekankan pentingnya tindakan cepat dan terukur agar hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Selain mengoptimalkan peran pemerintah, Wali Kota juga memberikan apresiasi kepada masyarakat yang aktif memperbaiki drainase lingkungan masing-masing. Peran warga dinilai menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko genangan di pemukiman.

“Kita tidak berharap banjir di Kota Cirebon. Terima kasih untuk warga yang sampai saat ini masih terus berbenah, berbenah untuk drainasenya di wilayah masing-masing. Luar biasa, saya terima kasih banyak,” katanya.

Dari hasil peninjauan, beberapa sungai besar tercatat memerlukan tindakan lanjutan seperti pengerukan lebih dalam, perkuatan bronjong, serta penataan kembali tebing sungai agar lebih aman. Wali Kota menyampaikan bahwa koordinasi intens antara Pemerintah Kota dan BBWS telah dilakukan untuk memastikan setiap langkah penanganan dapat berjalan beriringan.

“Sungai-sungai besar ini menjadi tanggung jawab BBWS dan pemerintah kota. Insyaallah kalau kerja bareng, penyelesaiannya juga akan lebih cepat,” ungkapnya.

Pemkot Cirebon juga berkomitmen untuk menambah frekuensi pemeliharaan rutin, baik pembersihan sedimentasi maupun penanganan sampah sungai yang sering menjadi penyebab penyempitan aliran. Langkah ini dilakukan tidak hanya sebagai respons musiman, tetapi sebagai bagian dari strategi jangka panjang pengurangan risiko banjir di wilayah perkotaan.

Kegiatan monitoring menjadi bagian dari rangkaian persiapan menghadapi musim hujan dengan pendekatan kolaboratif antara pemerintah, aparat keamanan, lembaga teknis, dan masyarakat. Dengan sinergi yang semakin kuat, Pemkot Cirebon berharap upaya pencegahan dapat berjalan efektif dan kejadian banjir di tahun-tahun sebelumnya tidak kembali terulang.

Wali Kota menegaskan bahwa pemerintah akan terus mengawal proses ini hingga tuntas. Ia meminta masyarakat tetap waspada namun tidak panik, serta menjaga lingkungan agar sistem drainase dapat bekerja optimal.

“Insyaallah dengan kerja bersama, kita bisa menghadapi musim hujan ini dengan lebih siap dan lebih kuat,” pungkasnya.

 

(Susmiati)

Berita Terkait

Penanaman Jagung Serentak 750 Hektare Polda Jabar, Polsek Sindangkerta di Desa Neglasari
Sinergi Pemkot Cirebon dan BBWS: Penataan Sungai Sukalila Menjadi Ikon Baru Wisata Kota
Pemerintah Kota Cirebon Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Akselerasi Ekonomi Inklusif pada RKPD 2027
Wujudkan Proteksi Kesehatan Paripurna, Kota Cirebon Raih Penghargaan Nasional UHC Awards 2026
Jaga Memori Kolektif Bangsa, Pemkot Cirebon Akselerasi Implementasi SIKN dan JIKN Terintegrasi Nasional
Hadiri Pengukuhan MUI Jawa Barat, Wakil Wali Kota Cirebon Perkuat Sinergi Ulama-Umara demi Kemaslahatan Umat
Kecamatan Dayeuhkolot Matangkan Persiapan Program Makan Bergizi Gratis
AKBP Eko Munarianto Resmi Jabat Wakapolresta Cirebon

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 13:31

Penanaman Jagung Serentak 750 Hektare Polda Jabar, Polsek Sindangkerta di Desa Neglasari

Jumat, 30 Januari 2026 - 00:05

Sinergi Pemkot Cirebon dan BBWS: Penataan Sungai Sukalila Menjadi Ikon Baru Wisata Kota

Jumat, 30 Januari 2026 - 00:04

Pemerintah Kota Cirebon Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Akselerasi Ekonomi Inklusif pada RKPD 2027

Rabu, 28 Januari 2026 - 20:32

Jaga Memori Kolektif Bangsa, Pemkot Cirebon Akselerasi Implementasi SIKN dan JIKN Terintegrasi Nasional

Rabu, 28 Januari 2026 - 20:31

Hadiri Pengukuhan MUI Jawa Barat, Wakil Wali Kota Cirebon Perkuat Sinergi Ulama-Umara demi Kemaslahatan Umat

Berita Terbaru