Pembangunan Gedung Serbaguna Dipertanyakan Warga

- Pewarta

Sabtu, 27 Oktober 2018

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kuningan | Kontroversinews.-PEMBANGUNAN Gedung serbaguna yang sudah menelan anggaran hampir Rp.365 juta di Desa Bunder Kec.Cidahu Kab.Kuningan akhirnya dipertanyakan warga masyarakat, pasalnya pembangunan yang menghabiskan anggaran besar itu pembangunannya hingga kini belum juga rampung bahkan terhenti akibat akibat kerang anggaran.bahkan pembangunan yang menghabiskan anggaran besar itu hingga kini baru sampe pemasangan bata merah  tanpa pelesteran.

Pada akhirnya banyak kalangan mempertanyakan  ketransparanan  anggaran pembangunan karena pembangunan gedung serba guna itu dibangun dari mulai tahun 2017 sebesar Rp.265 juta yang diambil dari dana IP dan DD serta di tahun 2018 dialokasikan dari  dana IP sebesar Rp.100 juta. Tetapi hingga saat ini belum juga selesai pekerjaannya padahal membangun gedung serbaguna tersebut hanya berbentuk leter U karena sebelahnya sudah menempel kepada tembokan gedung desa, namun anehnya tidak beres beres dan hingga kini terlihat masih pasangan bata tanpa di plester serta terhenti akibat anggarannya diduga tidak transparan dan menyimpang.
Disampaikan pengelola pembangunan yang bernama Jaya sebagai Kasi Pem Desa pada saat ditanya oleh ketua LPM didampingi awak media, diakuinya uang Rp.265 juta itu telah dilaksanakan untuk pembelian baja ringan sebesar Rp.161 juta dan yang lainnya dipake upah kerja pembongkaran, spontan pengakuan Jaya mengundang pertanyaan banyak pihak hingga akhirnya ketua LPM menanyakan  ketransparanan ya karena menurutnya upah pekerja pembongkaran mana mungkin abis ratusan juta begitu juga baja ringan anggarannya terlalu membengkak, Sedangkan yang membongkar aja hanya 7 orang dan cuma 20 hari dan per orang hanya dikasih  80 ribu.
Anggaran besar tetapi paktanya hanya sampai pemasangan bata merah sudah tentu mengundang banyak kecurigaan ,untuk itu banyak kalangan berharap kasus ini bisa ditindak lanjuti aparat penegak hukum karena  di lapangan menjadi banyak yang mempertanyakan ketransparanan pengalokasian anggaran yang diduga kuat banyak di korupsi.(wahy)

Berita Terkait

Rapat Pleno Karang Taruna Kabupaten Bandung 2026 Digelar, Fokus Konsolidasi dan Penguatan Program Kerja
Pesan Ucapan Terimakasih dan Doa Pelajar SMAN Selacau Kepada Pekerja SPPG Selacau
Penanaman Jagung Serentak 750 Hektare Polda Jabar, Polsek Sindangkerta di Desa Neglasari
Sinergi Pemkot Cirebon dan BBWS: Penataan Sungai Sukalila Menjadi Ikon Baru Wisata Kota
Pemerintah Kota Cirebon Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Akselerasi Ekonomi Inklusif pada RKPD 2027
Wujudkan Proteksi Kesehatan Paripurna, Kota Cirebon Raih Penghargaan Nasional UHC Awards 2026
Jaga Memori Kolektif Bangsa, Pemkot Cirebon Akselerasi Implementasi SIKN dan JIKN Terintegrasi Nasional
Hadiri Pengukuhan MUI Jawa Barat, Wakil Wali Kota Cirebon Perkuat Sinergi Ulama-Umara demi Kemaslahatan Umat

Berita Terkait

Senin, 2 Februari 2026 - 14:05

Rapat Pleno Karang Taruna Kabupaten Bandung 2026 Digelar, Fokus Konsolidasi dan Penguatan Program Kerja

Senin, 2 Februari 2026 - 10:00

Pesan Ucapan Terimakasih dan Doa Pelajar SMAN Selacau Kepada Pekerja SPPG Selacau

Jumat, 30 Januari 2026 - 13:31

Penanaman Jagung Serentak 750 Hektare Polda Jabar, Polsek Sindangkerta di Desa Neglasari

Jumat, 30 Januari 2026 - 00:05

Sinergi Pemkot Cirebon dan BBWS: Penataan Sungai Sukalila Menjadi Ikon Baru Wisata Kota

Jumat, 30 Januari 2026 - 00:04

Pemerintah Kota Cirebon Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Akselerasi Ekonomi Inklusif pada RKPD 2027

Berita Terbaru