Dampak Negatif Tol Soroja, Akan Digelar Margahayu Fair

- Pewarta

Selasa, 24 Juli 2018

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kab Bandung | Kontroversinews.- Antisipasi dampak negatif keberadaan Tol Soreang-Pasirkoja (Soroja), Kecamatan Margahayu Kabupaten Bandung akan menggelar Margahayu Fair sebagai ajang promosi produk UMKM warga setempat.

Camat Margahayu, Muhammad Usman, menuturkan keberadaan Tol Soroja membawa dampak positif dan negatif bagi masyarakat. Pelaku usaha kecil dan besar di sepanjang Jalan Raya Kopo-Soreang merasakan betul dampak negatif keberadaan tol tersebut dengan berkurangnya omset para pelaku usaha.

“Sehingga, diperlukan kegiatan promosi semacam pameran berbagai produk dari para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di Kecamatan Margahayu yang sebelumnya dilalui pengunjung ke Bandung Selatan,” katanya saat ditemui di Soreang, Selasa (24/7/2018).

Camat Margahayu Mohamad Usman S.sos, M.Si. saat memberikan pengarahan kepada para peserta UMKM yang akan mengikuti kegiatan Margahayu Fair pada 28-29 Juli mendatang di Miko Mall.

Menurut Usman memang belum ada kajian yang pasti terkait berkurangnya omzet para pelaku usaha akibat beroperasinya Tol Soroja tersebut. Namun selama ini pihaknya menerima laporan banyak pelaku usaha, yang mengalami  penurunan usahanya.

“Kami berpikir keras untuk membantu mendorong para pelaku UMKM di Kecamatan Margahayu ini agar tetap berjalan. Salah satunya dengan menggelar pameran berbagai produk UMKM, sekaligus pentas seni budaya dan kuliner dalam Margahayu Fair,” tuturnya.

Usman mengatakan, Margahayu Fair ini diharapkan dapat meningkatkan interaksi antara produsen atau para pelaku usaha yang ada di Kecamatan Margahayu dengan para calon pembeli atau buyer dari luar daerah.

Karena memang di Margahayu ini terdapat berbagai UMKM yang cukup potensial dan memiliki kualitas cukup bagus dengan beragam hasil produksinya.

“Ada Kampung Boneka, Kampung Topi, Kampung Militer, Kampunh Ransel, Kampung Iket (ikat kepala khas Sunda), Kampung seni dan lain sebagainya. Nah untuk mempromosikan berbagai potensi ini kami kembali menggelar Margahayu Fair,” katanya.

Dikatakannya tahun ini Margahayu Fair akan digelar di Miko Mall Kota Bandung pada 28-29 Juli mendatang. Pemilihan Miko Mall sendiri bertujuan untuk menjaring atau menarik perhatian para pengunjung mal tersebut, untuk mengenal dan membeli berbagai produk unggulan dari para pelaku UMKM di Kecamatan Margahayu Kabupaten Bandung.

“Sengaja digelar di luar Kabupaten Bandung dan di Mall, tujuannya agar lebih banyak menarik perhatian pengunjung dari luar, yang dulu mungkin biasa langsung datang ke toko atau sentra sentra UMKM karena terlewati di sepanjang jalan tapi setelah ada tol enggak lewat lagi,” katanya.

Nantinya akan ada 32 pelaku UMKM yang berpartisipasi. Jumlah tersebut masih terbilang sedikit  dengan pelaku UMKM di Kecamatan Margahayu yang jumlahnya ratusan. Selain kegiatan pameran berbagai produk UMKM, Margahayu Fair juga diisi dengan pagelaran seni budaya. Dimana para pelaku seni budaya tersebut berasal dari Kecamatan Margahayu dan sekitarnya.

“Tak hanya itu saja, sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, pihaknya bekerja sama dengan komunitas bank sampah menggelar even menukar sampah dengan sembako,” katanya.

Sememtara menurut Marcomm Manager Dedeh Kuswandini Kita konsepnya memfasilitasi dan mensuport para UMKM dengan menyediakan tempat di lantai dua atrium oval. Kita kerjasama dengan UMKM beberapa kali baik dari Kota Bandung maupun Kabupaten Bandung.

Miko mall punya tempat area luas, tempat parkir nyaman dan para umkm kita suport yang dari umkm.

“Kita ada tempat untuk pameran umkm di lantai dasar, kalau untuk toko bisa dibantu untuk UMKM,” pungkasnya. (Lily Setiadarma) 

Berita Terkait

Penanaman Jagung Serentak 750 Hektare Polda Jabar, Polsek Sindangkerta di Desa Neglasari
Sinergi Pemkot Cirebon dan BBWS: Penataan Sungai Sukalila Menjadi Ikon Baru Wisata Kota
Pemerintah Kota Cirebon Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Akselerasi Ekonomi Inklusif pada RKPD 2027
Wujudkan Proteksi Kesehatan Paripurna, Kota Cirebon Raih Penghargaan Nasional UHC Awards 2026
Jaga Memori Kolektif Bangsa, Pemkot Cirebon Akselerasi Implementasi SIKN dan JIKN Terintegrasi Nasional
Hadiri Pengukuhan MUI Jawa Barat, Wakil Wali Kota Cirebon Perkuat Sinergi Ulama-Umara demi Kemaslahatan Umat
Kecamatan Dayeuhkolot Matangkan Persiapan Program Makan Bergizi Gratis
AKBP Eko Munarianto Resmi Jabat Wakapolresta Cirebon

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 13:31

Penanaman Jagung Serentak 750 Hektare Polda Jabar, Polsek Sindangkerta di Desa Neglasari

Jumat, 30 Januari 2026 - 00:05

Sinergi Pemkot Cirebon dan BBWS: Penataan Sungai Sukalila Menjadi Ikon Baru Wisata Kota

Jumat, 30 Januari 2026 - 00:04

Pemerintah Kota Cirebon Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Akselerasi Ekonomi Inklusif pada RKPD 2027

Rabu, 28 Januari 2026 - 20:32

Jaga Memori Kolektif Bangsa, Pemkot Cirebon Akselerasi Implementasi SIKN dan JIKN Terintegrasi Nasional

Rabu, 28 Januari 2026 - 20:31

Hadiri Pengukuhan MUI Jawa Barat, Wakil Wali Kota Cirebon Perkuat Sinergi Ulama-Umara demi Kemaslahatan Umat

Berita Terbaru