Anak 9 Tahun Tewas di Pelukan Ibunya dalam Penembakan California

- Pewarta

Sabtu, 3 April 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi penembakan/Pixabay

Ilustrasi penembakan/Pixabay

LOS ANGELES (Kontroversinews.com) – Seorang pejabat mengatakan, Kamis (1/4/2021), salah satu dari empat korban tewas dalam  membabi-buta di pinggiran Kota Los Angeles, America Serikat (AS) pada Rabu (30/3/2021), adalah seorang anak laki-laki berusia sembilan tahun.

Anak itu diperkirakan tewas dalam pelukan ibunya yang luka-luka ketika berjuang menyelamatkan anak itu.

“Tampaknya anak kecil itu meninggal dalam pelukan ibunya ketika ia berupaya keras menyelamatkannya dalam pembantaian mengerikan itu,” ujar Jaksa Distrik Orange County Todd Spitzer dalam konferensi pers.

Pertumpahan darah di Orange, California, sekira 30 mil tenggara pusat kota Los Angeles, merupakan penembakan massal ketiga di Amerika dalam kurang dari satu bulan.

Dalam dua insiden penembakan lainnya pada Maret, seorang laki-laki membunuh delapan orang – termasuk enam perempuan Asia – di tiga spa di Atlanta, Georgia. Di Boulder, Colorado, seorang laki-laki lain melepaskan tembakan di sebuah supermarket, menewaskan 10 orang.

Tidak seperti dua insiden sebelumnya, tim penyelidik di California mengatakan mereka dapat segera mengetahui bahwa penembak mengenal para korban, sehingga ini bukan aksi kekerasan acak.

“Motif awalnya diyakini terkait dengan bisnis dan hubungan pribadi yang terjalin antara tersangka dan semua korban,” ujar Letnan Jennifer Amat di Kepolisian Orange dalam konferensi pers yang sama.

Para pejabat itu mengidentifikasi tersangka sebagai Aminadab Gaxiola Gonzalez, usia 44 tahun, penduduk Kota Fullerton di dekatnya.

Selain anak laki-laki berusia sembilan tahun itu, korban jiwa lainnya adalah seorang laki-laki dan dua perempuan. Amat mengatakan sang penembak dan perempuan yang melindungi anak itu masih dirawat di rumah sakit dalam kondisi kritis tapi stabil.

Mengutip dari Okezone, polisi mengatakan tersangka pelaku memasuki kompleks perkantoran yang disebut “Unified Homes” yang membeli dan menjual mobile-home pada Rabu siang dan mengunci pintu gerbang di bagian belakang dengan kunci sepeda. Mobile-home adalah tempat tinggal yang dibangun di atas sasis baja dan dilengkapi roda supaya mudah diangkut ke lokasi yang biasanya permanen.

Ketika polisi tiba letusan senjata masih terdengar, tetapi mereka tidak dapat masuk hingga mereka berhasil memotong rantai yang mengunci pintu gerbang itu.***AS

Berita Terkait

SAR Malaysia Selamatkan Korban Gempa Myanmar Terperangkap Enam Hari
Sebagian Besar Negara Arab Rayakan Idul Fitri pada Minggu 30 Maret
Trump Tegaskan Kembali Niat untuk “Mengakuisisi Greenland”
UNHCR Ingatkan 13 Juta Pengungsi Bakal Terdampak Pemangkasan Anggaran
10 Kasus Ancaman Terhadap Pers di Dunia
UE luncurkan Strategi untuk Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman
Sedikitnya 130 Tewas oleh Tentara Israel di Gaza dalam 48 jam
RI-Australia Bangkitkan Kesadaran Terkait Sampah Laut Lewat Pameran

Berita Terkait

Kamis, 3 April 2025 - 11:21

SAR Malaysia Selamatkan Korban Gempa Myanmar Terperangkap Enam Hari

Minggu, 30 Maret 2025 - 10:39

Sebagian Besar Negara Arab Rayakan Idul Fitri pada Minggu 30 Maret

Minggu, 30 Maret 2025 - 10:38

Trump Tegaskan Kembali Niat untuk “Mengakuisisi Greenland”

Sabtu, 29 Maret 2025 - 00:52

UNHCR Ingatkan 13 Juta Pengungsi Bakal Terdampak Pemangkasan Anggaran

Jumat, 28 Maret 2025 - 10:23

10 Kasus Ancaman Terhadap Pers di Dunia

Berita Terbaru