16 Tahun di Saudi, Yayah Sopiah Ingin Pulang

- Pewarta

Jumat, 28 Februari 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PASIRJAMBU  | Kontroversinews – Cerita pilu tentang TKI (Tenaga Kerja Indonesia) kembali terulang. Kali ini menimpa Yayah Sopiah alias Sumarni (45), TKI asal Kp. Toge Desa Margamulya Kecamatan Pasirjambu. TKI dimaksud sudah 16 tahun bekerja di Arab Saudi dan tidak bisa pulang ke tanah air.

Melalui akun instagram @safeaih900, Yayah Sopiah meminta bantuan agar dirinya yang sudah 16 tahun bekerja di Arab Saudi, tepatnya semenjak tahun 2004 hingga saat ini, bisa pulang ke Indonesia.

Pesan Yayah pada akun instagram@safeaih900 tersebut, sebagai berikut : “Kang, abdi damel di Saudi, tos lami abdi teu berkabar ka keluargi. Kumargi HP abdi rusak. Ayeuna nyuhungken bantosana, alamat family abdi di Kampung Toge, Desa Margamulya. Mugi Kang Dana tiasa bantos, nami abdi Yayah binti Ihun. Tos lami di Saudi, 16 tahun — (Kang, saya kerja di Saudi, sudah lama saya tidak komunikasi dengan keluarga. Sedangkan HP saya rusak. Sekarang, saya minta bantuannya, alamat keluarga saya di Kampung Toge, Desa Margamulya. Semoga, Kang Dana bisa membantu, nama saya Yayah binti Ihun. Di Saudi sudah 16 tahun).”

Rukmana, Kadisnaker Kab. Bandung

Dalam pesan tersebut tidak dijelaskan alasannya kenapa Yayah tidak bisa pulang ke Indoensia.

Kepala Disnaker Kabupaten Bandung, Rukmana, mengungkapkan bahwa setelah mendapatkan informasi tentang Yayah, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) melalui Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Provinsi jawa Barat, serta dengan Kemenlu. “Kita meminta bantuan untuk pemulangannya. Jika sudah ada informasi pasti akan segera kami infokan,” pungkas Rukmana

Terpisah, Kepala Desa Margamulya Dede Odih, membenarkan bahwa Yayah Sopiah adalah warganya. Setelah memperoleh informasi tersebut, dirinya langsung menemui keluarga Yayah. Dirinya mengungkapkan bahwa Yayah berstatus janda ketika berangkat untuk menjadi TKI. Yayah sendiri memiliki tiga orang anak dimana salah satu anaknya sudah bekerja sebagai tukang jahit tas di tetanggannya.

“Sekarang lagi diusahakan oleh kakaknya, untuk memulangkan Yayah dengan melapor ke Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bandung, dan juga meminta bantuan advokasi kepada Asosiasi Tenaga Kerja Cianjur,” ungkap Dede saat dihubungi wartawan via pesan, Kamis (27/2).

Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga yg disini, tambah Dede, alasan Yayah tidak bisa kembali ke Indonesia selama 16 tahun menjadi TKI, adalah karena majikanya belum membayar gajih Yayah, sejak pertama kali bekerja.

“Keluarganya berharap agar Yayah dapat segera pulang ke kampung halamannya,” ujar Dede.

Sementara  Camat Pasirjambu, H. Rahmat, menyarankan kepada Pemerintah Desa Margamulya untuk  mencari informasi keberadaan Yayah melalui Disnaker Kabupaten Bandung kemudian mengkoordinasikannya dengan Asosiasi Tenaga Kerja Cianjur, yang bisa mengadvokasi kepulangan Yayah.

“Sudah dikomunikasikan melalui pemerintah desa, kalau sudah jelas keberadaannya kami berkirim surat ke Kemenlu untuk upaya permohonan pemulangan Yayah. Kita doakan semoga ada informasi yang jelas untuk keberadaan sdr. Yayah, karena sudah 16 tahun kebelakang dan yang bersangkutan bisa segera berkumpul kembali dengan keluarganya,” tandasnya. (Lily Setiadarma)

Berita ingin pulang Yayah Sopiah ke Indonesia, TKI di Arab Saudi asal Ciwidey Kabupaten Bandung, di antaranya dilansir oleh media online Detik.com

Berita Terkait

Penanaman Jagung Serentak 750 Hektare Polda Jabar, Polsek Sindangkerta di Desa Neglasari
Sinergi Pemkot Cirebon dan BBWS: Penataan Sungai Sukalila Menjadi Ikon Baru Wisata Kota
Pemerintah Kota Cirebon Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Akselerasi Ekonomi Inklusif pada RKPD 2027
Wujudkan Proteksi Kesehatan Paripurna, Kota Cirebon Raih Penghargaan Nasional UHC Awards 2026
Jaga Memori Kolektif Bangsa, Pemkot Cirebon Akselerasi Implementasi SIKN dan JIKN Terintegrasi Nasional
Hadiri Pengukuhan MUI Jawa Barat, Wakil Wali Kota Cirebon Perkuat Sinergi Ulama-Umara demi Kemaslahatan Umat
Kecamatan Dayeuhkolot Matangkan Persiapan Program Makan Bergizi Gratis
AKBP Eko Munarianto Resmi Jabat Wakapolresta Cirebon

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 13:31

Penanaman Jagung Serentak 750 Hektare Polda Jabar, Polsek Sindangkerta di Desa Neglasari

Jumat, 30 Januari 2026 - 00:05

Sinergi Pemkot Cirebon dan BBWS: Penataan Sungai Sukalila Menjadi Ikon Baru Wisata Kota

Jumat, 30 Januari 2026 - 00:04

Pemerintah Kota Cirebon Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Akselerasi Ekonomi Inklusif pada RKPD 2027

Rabu, 28 Januari 2026 - 20:32

Jaga Memori Kolektif Bangsa, Pemkot Cirebon Akselerasi Implementasi SIKN dan JIKN Terintegrasi Nasional

Rabu, 28 Januari 2026 - 20:31

Hadiri Pengukuhan MUI Jawa Barat, Wakil Wali Kota Cirebon Perkuat Sinergi Ulama-Umara demi Kemaslahatan Umat

Berita Terbaru