1442 SD di Kab Bandung Gelar USBN

oleh -152 Dilihat
oleh

SOREANG | Kontroversinews – Sebanyak 1442 Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Bandung menggelar ujian sekolah berbasis nasional (USBN) sejak Senin (22/4) hingga Rabu (24/4). Terdiri dari 1300 lebih SD Negeri dan 100 SD swasta. Total siswa mencapai 60.499 siswa yaitu 31 ribu lebih siswa laki-laki dan 29 ribu lebih siswa perempuan.

Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, H. Adang Safaat, SPd, MM, mengungkapkan mata pelajaran yang akan diujikan tiga yaitu Bahasa Indonesia, Matematika dan IPA. Total peserta yang akan mengikuti ujian mencapai 60 ribu lebih siswa.

“1400 lebih SD Negeri dan Swasta akan mengikuti USBN,” ujarnya saat dihubungi via sambungan telepon, Selasa (23/4).

Kabid SD Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, H. Adang Safaat, SPd, MM
Kabid SD Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, H. Adang Safaat, SPd, MM

Kepala Sekolah SDN Cincin 1, Hj. Lilis mengatakan jumlah siswa yang mengikuti USBN sebanyak 157 orang. Dengan delapan ruangan yang akan digunakan untuk ujian. Menurutnya, sejauh ini pelaksanaan berjalan lancar dan tidak memiliki kendala.

“Tahun kemarin peserta ujian 130 diswa dan lulus 100 persen. Yang melanjutkan ke SMP Negeri sekutar 70 persen, sisanya ke pesantren dan swasta,” katanya. Ia berharap pelaksanaan USBN bisa berjalan dengan lancar dan sesuai target.

Kepala SDN Cincin 3, Hj. Julaeha SPd, mengatakan sebanyak 130 siswa akan mengikuti USBN. Dengan jumlah siswa perkelas mencapai 20 orang. Sementara pengawas dua orang dalam satu kelas ujian.

Menurutnya, pihaknya mendorong agar siswa disiplin dan lebih baik dalam mengerjakan ujian. Sehingga tidak terjadi kebocoran. Tahun kemarin katanya kelulusan di SDN 3 Cincin sebanyak 100 persen dan melanjutkan ke SMP Negeri, Tsanawiyah.

Dirinya mengatakan permasalahan yang muncul saat ini mengenai zonasi sekolah. Sebab jumlah kuota di SDN 3 Cincin sedikit sehingga banyak yang ke sekolah lain.

Kepala Sekolah SDN Cincin 2, Lilis Nurhayati SPd mengatakan pihaknya menarget kan siswa lulus 100 persen dan melanjutkan ke sekolah negeri 100 persen. Namun karena permasalahan zonasi, banyak siswa yang memilih ke swasta.

“Kuota terbatas dengan jarak rumah lebih dari 1 Km,” katanya. (Lily Setia darma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *