Waspadai Gejala DBD pada Anak Selama Musim Hujan

Kontroversinews.com- Demam berdarah dengue biasanya marak terjadi di musim hujan seperti saat ini.

Menurut Kementerian Kesehatan, anak-anak di bawah usia 15 tahun paling rentan terinfeksi DBD. Penyakit yang disebar oleh nyamuk Aedes aegty ini bisa menimbulkan gejala yang parah pada anak.

Oleh karena itu, mencegah dan mengetahui gejala DBD menjadi hal penting yang perlu dilakukan orangtua. Berikut ini gejala demam demam berdarah pada anak yang umumnya terjadi.

1. Demam

Gejala demam berdarah pada anak biasanya muncul sekitar 4-10 hari setelah digigit nyamukaedes aegypty. Gejala awal yang muncul biasanya demam tinggi hingga 40 derajat celsius.

Demam bisa turun hingga 38 derajat celsius selama satu hari pada anak-anak, tapi kemudian panas akan naik lagi. Ketika demam sedang turun, bisa jadi itulah fase kritis sehingga harus diwaspadai.

2. Masalah Kulit

Gejala DBD pada anak yang cukup umum adalah munculnya ruam atau bintik-bintik merah di kulit. Namun, ruam dan bintik-bintik hanya bersifat sementara dan mungkin dapat segera hilang.

3. Perubahan Perilaku

Orang tua dapat mengenali gejala DBD pada anak dengan memerhatikan apakah ada perubahan perilaku ana. Misal anak menjadi lebih cengeng, tampak uring-uringan, mudah marah, sering menangis, atau nafsu makan menurun. Segeralah cek apakah anak demam.

4. Masalah Pencernaan

Anak mungkin akan mengeluh sakit perut dan mual, muntah, hingga diare, yang bisa disalahartikan sebagai gejala gangguan pencernaan. Padahal masalah itu bisa jadi tanda awal anak mengalami komplikasi karena DBD.

5. Ketidaknyamanan Fisik

Anak yang terinfeksi DBD biasanya mengalami gejala seperti nyeri otot dan sendi, nyeri berdenyut-denyut di belakang mata, nyeri punggung, sakit kepala, dan sebagainya.

6. Pendarahan Ringan

Penurunan jumlah trombosit dalam tubuh dapat membuat anak mengalami pendarahan ringan, misalnya dari gusi atau hidung, karena virus dapat memperlambat laju pembekuan darah. Pada beberapa kasus yang parah dan jarang, pendarahan dalam gejala DBD anak bisa terjadi di saluran pencernaan.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *