SOREANG | Kotroversinews – Sejumlah warga Soreang memertanyakan kondisi taman Soreang Jalan Raya Gading Tutuka Desa Cincin Kecamatan Soreng, Kab. Bandung terkesan dibiarkan telantar. Kesan tak terpeliharanya taman terutama di depan muka jalan , cukup mencolok mata. Keadaan rumput dan tanahnya menjadi kering kerontang. Sehingga tak ada kesan hijau sejuk nan asri.
Dadang (40) salah seorang warga Soreang yang sering berolahraga di taman kota itu kecewa dengan kondisinya yang buruk. Rerumputan kering, sampah berserakan di mana mana, begitu juga dengan fasilitas toilet, beberapa tempat permainan anak rusak parah. Tak hanya itu saja, saat malam keadaan sekitar taman itu gelap karena lampu taman tak berfungsi. Maka tak heran jika saat malam tempat itu seringkali dijadikan tempat mabuk mabukan oleh anak anak muda berandalan.
“Taman itu sangat penting untuk beraktivitas warga. Seperti olahraga, berkumpul dan bercengkrama bersama keluarga dan kawan kawan. Tapi sayangnya tempat ini enggak terurus, sampah dimana mana, begitu juga dengan fasilitas toiletnya engggak berfungsi kotor dan bau, ” kata Dadang, Rabu (30/10/2019).
Hal senada dikatakan oleh Dani Almohamed (44) salah seorang warga Katapang yang mengaku sering beraktivitas di taman kota Soreang itu. Hampir setiap malam ia melintas ke tempat itu terlihat banyak remaja berandalan berkumpul sambil mabuk mabukan di tempat itu.
“Kalau paginya dilihat itu banyak sampah bekas obat batuk cair dimana mana. Obat batuk cair itu biasanya suka disalahgunakan untuk mabuk mabukan. Seharusnya sih Satpol PP patroli kesana untuk menertibkan,” kata Dani
Selain taman Kota Soreang, lanjut Dani, taman yang rusak tak terawat juga terlihat di Taman kota Kutawaringin di dekat Kantor Kecamatan Kutawaringin. Kondisinya lebih parah lagi, sebab sejak dibangun hingga sekarang tidak pernah dirawat. Taman yang dibangun dengan uang negara miliaran rupiah itu terbengkalai.
“Bangunanya hancur, rumput dan alang alang dimana mana. Jangankan untuk olahraga dan bersantai, datang kesana saja takut ada ular. Kenapa yah taman taman itu dibangun tapi kok tanpa mempertimbangkan perawatannya, ” katanya. (Lily Setiadharma)








