KAB. BANDUNG, Kontroversinews – Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Ossy Dermawan, melakukan kunjungan kerja ke Kantor ATR/BPN Kabupaten Bandung di Soreang, Sabtu (24/1).
Dalam kunjungan tersebut, Wamen meninjau proses pelayanan pertanahan sekaligus memastikan percepatan penyelesaian berkas tunggakan sesuai arahan Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid.
Kedatangan Ossy—yang dilantik Presiden Prabowo Subianto pada Oktober 2024 sebagai bagian dari Kabinet Merah Putih—disambut Kepala Kantor ATR/BPN Kabupaten Bandung, Iim Rohimat. Sebelum menjabat sejak September 2024, Iim diketahui pernah memimpin BPN Kabupaten Bandung Barat dan berfokus pada transformasi digital serta program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).
Dalam kunjungannya, Wamen meninjau langsung loket pelayanan dan mengevaluasi proses migrasi sertifikat tanah dari sistem analog ke digital. Ia juga menyerahkan sertifikat tanah secara simbolis kepada warga Desa Buah Batu, Yerry Subtiar, yang menyatakan kepuasannya terhadap pelayanan ATR/BPN Kabupaten Bandung.
Ossy mengapresiasi kinerja jajaran BPN Kabupaten Bandung yang berhasil menurunkan jumlah tunggakan dari ribuan berkas akumulasi periode 2015–2025 menjadi sekitar 800 berkas yang masih dalam proses.
“Harapannya, sisa tunggakan ini dapat dituntaskan menjelang Maret mendatang,” ujar Ossy kepada wartawan.
Menurutnya, tunggakan yang menjadi prioritas penyelesaian merupakan berkas yang telah melunasi PNBP namun masih terkendala persoalan teknis, seperti kelengkapan dokumen dan proses pengukuran. Hal tersebut sejalan dengan arahan Kementerian ATR/BPN untuk menyederhanakan proses bisnis pertanahan, termasuk untuk tanah adat.
Sebagai purnawirawan TNI AD dengan latar belakang administrasi bisnis, Ossy menegaskan pentingnya pelayanan yang cepat, profesional, dan bebas dari pungutan liar.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Barat, Yuniar Hikmat Ginanjar, menyebut kunjungan Wamen ATR/BPN sebagai bentuk konsolidasi sekaligus motivasi bagi jajaran di daerah. Ia menambahkan bahwa sebelumnya Kanwil BPN Jawa Barat juga telah melakukan kunjungan ke sejumlah kabupaten/kota, termasuk Kabupaten Indramayu untuk meresmikan gedung arsip.
“BPN Kabupaten Bandung memiliki komitmen kuat dalam menyelesaikan target tahun 2026 sesuai agenda transformasi nasional hingga 2029,” kata Yuniar.
Kunjungan kerja ini diharapkan dapat semakin memperkuat reformasi pelayanan pertanahan, sehingga masyarakat memperoleh kepastian hukum atas tanah secara lebih cepat, transparan, dan akuntabel. (TZ)








