Kuningan, Kontroversinews | Salah satu ikon Kabupaten Kuningan, “Ikan Dewa” yang dikeramatkan masyarakat Kuningan dan dilindungi pemerintah, mendadak menjadi perbincangan dan sorotan media massa. Hal ini menyusul kabar kematian massal Ikan Dewa di kolam keramat Objek Wisata Cigugur, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan.
Praktisi supranatural dan budayawan trah Galuh, K.H. Asep Kamaludin Al Busthomi, angkat bicara. Pada Rabu (11/2/2026) di Padepokan Puser Sagara, ia menuturkan bahwa menurut galur sejarah Pajajaran, Ikan Dewa merupakan perwujudan pasukan Siliwangi yang ditugaskan menjaga wilayah Kuningan.
“Ikan Dewa dikeramatkan dan dilindungi negara. Ikan Dewa merupakan ikan kancra hitam yang sudah langka. Terlepas dari adanya kematian massal Ikan Dewa di Kolam Cigugur yang berdasarkan hasil penelitian diberitakan disebabkan oleh bakteri, bagi kami selaku praktisi budaya trah Galuh, ini menyimpan misteri yang berkaitan dengan keadaan Kuningan,” ujarnya.
Menurut pandangan para budayawan, Ikan Dewa ibarat petunjuk dari leluhur. Kematian mendadak Ikan Dewa di Kolam Cigugur dinilai sebagai pertanda alam yang mengandung pesan tersirat.
“Mungkin para leluhur Sunda, terutama Dangiang Kuningan, mulai murka karena banyaknya kerusakan alam dan perilaku manusia yang menjauh dari falsafah hidup Siliwangi: silih asah, silih asih, dan silih asuh,” ungkapnya.

Ia juga menyinggung kondisi Kuningan yang belakangan dinilai kerap diwarnai berbagai persoalan. Menurutnya, bisa jadi para leluhur sudah enggan membimbing para pemangku kebijakan secara rohani.
“Kita berharap jangan sampai para pemangku kebijakan di Kuningan, selaku pengayom dan pelindung masyarakat, mengalami tragedi besar, misalnya terjerat operasi penegakan hukum oleh aparat,” katanya.
Saat ini, lanjutnya, aparat penegak hukum memang tengah gencar memberantas praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di berbagai daerah.
Oleh sebab itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kondusivitas dan stabilitas Kuningan, serta kembali pada jati diri orang Sunda yang menjunjung tinggi nilai silih asah, silih asih, dan silih asuh, serta berperilaku jujur dan amanah berlandaskan nilai-nilai agama.
“Semoga misteri kematian Ikan Dewa yang dikeramatkan ini tidak menimbulkan tragedi besar yang menimpa kita semua, baik para pemangku kebijakan maupun masyarakat Kuningan,” pungkasnya. ***








