SOREANG | Kontroversinews – PT BPR Kerta Raharja terus menggenjot kegiatan-kegiatan pelatihan untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia ( SDM) pegawai. Beberapa kegiatan yang dilaksanakan yaitu pelatihan teknis seperti tentang kredit, manajemen resiko dan kepatuhan.
Selain itu, pelatihan non teknis yang dilakukan berupa pelatihan spiritual ESQ. Pelatihan dilakukan untuk meningkatkan spiritual, mental dan kepedulian terhadap sesama. Kedua pelatihan tersebut biasa diadakan sebulan sekali.

“Target (pelatihan) peningkatan kinerja dan bukan hanya soal produktivitas tapi sikap juga,” ujar Kabag SDM BPR Kerta Raharja Iwan Dian Setiawan saat dihubungi, Selasa (3/9).
Ia mengungkapkan, pelatihan ESQ dilakukan tiap bulan dengan jumlah minimal peserta 40 orang. Katanya, semua pegawai di kantor pusat dan cabang harus mengikuti pelatihan sehingga merata.
“Kegiatan ESQ sudah berjalan dua tahun. Pelaksanaan satu bulan sekali dan pegawai selama setahun 4 kali ikut pelatihan,” katanya. Dirinya menambahkan jika saat ini jumlah karyawan mencapai 219 orang.
Iwan menambahkan, pelatihan teknis operasional yang dilakukan lebih fokus kepada sektor kredit dan manajemen resiko. Keduanya katanya lebih diperdalam karena berdasarkan aturan OJK BPR wajib mengikuti aturan yang telah diterbitkan.
“Manajemen resiko itu pelatihannya bagaimana mengeliminasi berbagai masalah. Termasuk soal pencairan kredit apa yang bisa menimbulkan resiko dikurangi,” katanya.
Iwan menambahkan, pihaknya sudah membuat standar operasional terkait pekerjaan masing-masing bagian. Sehingga diharapkan ke depan bisa lebih baik. “Alhamdulillah semakin banyak perubahan,” katanya.
Direktur Kepatuhan PT BPR Kerta Raharja, H. Benny Subarsah, SE. MM mengatakan pihaknya mendorong pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia pegawai. Dengan harapan agar pegawai yang ada lebih profesional dan memberikan pelayanan yang baik.
“Kita mendorong agar SDM kualitasnya ditingkatkan agar lebih profesional dan memberikan pelayanan lebih baik. Pegawai yang ingin melanjutkan kuliah pun dibolehkan demi kualitas lebih baik,” katanya. (Lily Setiadarma)








