Tiga Bulan Dampak Covid-19, Memukul Pelaku Pariwisata Secara Ekonomi

- Pewarta

Jumat, 11 September 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para awak media rehat sejenak di sebuah villa saat mengikuti kegiatan rapat kerja dan OKK PWI Kabupaten Bandung di Rancabali Tea Resort, Kamis ( 10/9 )

Para awak media rehat sejenak di sebuah villa saat mengikuti kegiatan rapat kerja dan OKK PWI Kabupaten Bandung di Rancabali Tea Resort, Kamis ( 10/9 )

RANCABALI |  Kontroversinews –  Kepala  Unit Rancabali  dan Malabar Agro Wisata N8 Sergieus Windhya menyatakan, selama tiga bulan obyek wisata yang dikelolanya tutup  akibat pandemi Covid-19 dampaknya sangat memukul pelaku pariwisata secara ekonomi.

“Tutup 3 bulan, ya terpukul. Namun setelah adaptasi kenormalan baru (AKB) ini sektor pariwisata berangsur ke normal. Okupasi atau tingkat hunian pun beranjak. Alhamdulillah tamu kembali banyak yang berkunjung ke Obyek Wisata Walini (Agro Wisata N8) ini. Saat awal kembali buka obyek wisata ini, kita  menerapkan target, baik sebelum maupun setelah Covid-19,” kata Sergieus kepada wartawan saat menghadiri Raker dan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) di Obyek Wisata Rancabali Tea Resort, Kamis (10/9).

Sergieus Windhya ( Sergio )

Sergieus Windhya sapaan akrab Sergio pun mengaku sangat terkejut, setelah obyek wisata dibuka, kunjungan wisatawan cukup banyak. Bahkan kunjungan wisatawan mendekati sebelum terjadi pandemi Covid-19.
“Antusias tamu atau kunjungan berangsur-angsur mendekati sebelum Covid,” kata Sergio.

Ia pun menyatakan, saat sektor pariwisata mulai dibuka oleh pemerintah, pihak pengelola harus mengeluarkan biaya untuk menunjang pencegahan pandemi Covid-19. Di antaranya untuk pengadaan alat pelindung diri, selain menyiapkan alat pengukur suhu tubuh.

“Awalnya tamu tak mau diatur. Khususnya pada saat pemeriksaan suhu tubuh dan cuci tangan tak masalah, tapi disaat mengisi formulir identitas pengunjung sempat jadi masalah. Disaat disodorkan tak mau mengisi formulir, akhirnya enggak jadi berkunjung. Namun saat ini sudah enggak ada masalah, sudah kembali normal,” katanya.

Kendati dilanda pandemi Covid-19, imbuhnya, para karyawan di lingkungan Obyek Wisata Rancabali Tea Resort tak ada yang diberhentikan. “Karyawan tetap normal, walaupun obyek wisata sempat tutup,” katanya.

Ia pun mengaku terus koordinasi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung dalam penanganan pandemi Covid-19, terkait dengan obyek wisata. Sergio pun mengatakan, antusias tamu yang berkunjung sangat tinggi.

“Untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, kami sempat memberikan diskon 30 persen sampai Agustus 2020 lalu dan saat ini sudah kembali normal,” katanya.

Dikatakannya, melaksanakan program Disparbud Kabupaten Bandung dalam pengelolaan obyek wisata itu, untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat dalam pengembangan wisata disaat pandemi Covid-19.

“Memang untuk target pencapaian kunjungan wisata sempat terganggu disaat pandemi ini. Namun kita juga menerapkan target setelah pandemi Covid-19 ini, setelah obyek wisata kembali dibuka. Bahkan target setelah pandemi ini sudah mendekati target sebelum pandemi,” katanya.

Lebih lanjut Sergio mengatakan, di kawasan obyek wisata  Rancabali Tea Resort itu ada 15 unit villa dengan kapasitas hunian untuk 78 orang wisatawan. Bahkan, pihak pengelola akan menambah sarana dan fasilitas wisata, di antaranya membangun Villa Kidang Kencana yang kedua. Villa Kidang Kencana menjadi daya tarik wisatawan untuk menginap.

“Rancabali Tea Resort  ini menawarkan suasana alam yang hijau, udara sejuk  dan terintegrasi langsung dengan Objek wisata pemandian air panas Walini.

Kita membuka edukasi, di antaranya petik teh selain wisata penginapan dan edukasi dan cara memetik teh ,” tuturnya. (Lily Setiadarma)

Berita Terkait

Penanaman Jagung Serentak 750 Hektare Polda Jabar, Polsek Sindangkerta di Desa Neglasari
Sinergi Pemkot Cirebon dan BBWS: Penataan Sungai Sukalila Menjadi Ikon Baru Wisata Kota
Pemerintah Kota Cirebon Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Akselerasi Ekonomi Inklusif pada RKPD 2027
Wujudkan Proteksi Kesehatan Paripurna, Kota Cirebon Raih Penghargaan Nasional UHC Awards 2026
Jaga Memori Kolektif Bangsa, Pemkot Cirebon Akselerasi Implementasi SIKN dan JIKN Terintegrasi Nasional
Hadiri Pengukuhan MUI Jawa Barat, Wakil Wali Kota Cirebon Perkuat Sinergi Ulama-Umara demi Kemaslahatan Umat
Kecamatan Dayeuhkolot Matangkan Persiapan Program Makan Bergizi Gratis
AKBP Eko Munarianto Resmi Jabat Wakapolresta Cirebon

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 13:31

Penanaman Jagung Serentak 750 Hektare Polda Jabar, Polsek Sindangkerta di Desa Neglasari

Jumat, 30 Januari 2026 - 00:05

Sinergi Pemkot Cirebon dan BBWS: Penataan Sungai Sukalila Menjadi Ikon Baru Wisata Kota

Jumat, 30 Januari 2026 - 00:04

Pemerintah Kota Cirebon Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Akselerasi Ekonomi Inklusif pada RKPD 2027

Rabu, 28 Januari 2026 - 20:32

Jaga Memori Kolektif Bangsa, Pemkot Cirebon Akselerasi Implementasi SIKN dan JIKN Terintegrasi Nasional

Rabu, 28 Januari 2026 - 20:31

Hadiri Pengukuhan MUI Jawa Barat, Wakil Wali Kota Cirebon Perkuat Sinergi Ulama-Umara demi Kemaslahatan Umat

Berita Terbaru