Tawarkan Wahana Ekstrim, Suspension Bridge Rengganis Telah Kantongi Sertifikat Laik Fungsi dari PUPR

Sejumlah wisatawan yang datang terlihat antusias untuk menjajaki Suspension Bridge Rengganis, Rancabali, Minggu (12/6). Photo - Lee

RANCABALI Kontroversinews.com – Kabupaten Bandung sepertinya tak akan kehabisan tempat wisata baru. Hadir sejak lebaran kemarin, Suspension Bridge Rengganis mampu menyedot perhatian masyarakat sehingga tak heran bila dalam sehari bisa dikunjungi oleh ribuan orang. Para wisatawan tidak perlu takut mengunjungi wahana ekstrim tersebut, karena Suspension Bridge Rengganis menggunakan peralatan yang aman dan telah mendapatkan Sertifikat Laik Fungsi dari PUPR.

Manajer Operasional Suspension Bridge Rengganis, Soleh Hendri Apriawan mengatakan Suspension Bridge Rengganis memiliki panjang 370 meter dengan ketinggian 75 meter. Kata Hendri, Suspension Bridge Rengganis Rancabali Kabupaten Bandung menjadi jembatan gantung terpanjang di Asia Tenggara mengalahkan jembatan gantung yang terletak di Taman Wisata Alam Situgunung Kadudampit Kabupaten Sukabumi.

Manajer Operasional Suspension Bridge Rengganis, Soleh Hendri Apriawan

“Kita sudah Sertifikat Laik Fungsi dari PUPR. Untuk kekuatannya disamping pakai sling dengan ukuran 50 inchi dari Korea, kita juga menggunakan kayu ulin yang kualitasnya nomor 1, karena karakter kayu ulin itu apabila kehujanan atau kepanasan malah makin kuat,” ujar Hendri saat ditemui di objek wisata Suspension Bridge Rengganis, Rancabali, Minggu (12/6).

“Tonasi sendiri dengan daya lima ton makanya dibatasi 80 orang,” sambungnya.

Selain itu, lanjut Hendri, setiap pengunjung yang menaiki Suspension Bridge Rengganis akan difasilitasi dengan seatbelt agar bisa menjaga keamanan saat ada guncangan atau angin kencang. Aturan lainnya adalah, setiap wisatawan dilarang membawa atau membuang sisa makanan di area jembatan, tidak boleh merokok dan juga dilarang loncat-loncat dan berlarian.

Nampak salah seorang pengunjung sedang dipasang sabuk pengaman di Suspension Bridge Rengganis, Rancabali, Minggu (12/6). Photo – Lee

Meski baru beroperasi, Suspension Bridge Rengganis mampu menyedot wisatawan hingga 1.500 orang sampai 2.000 orang dalam setiap harinya. Fasilitas yang disediakan selain jembatan gantung adalah Kawah Rengganis hingga gazebo untuk tempat istirahat wisatawan. Ada tiga jenis tiket masuk yang ditawarkan oleh pengelola, yaitu dikisaran harga Rp100 ribu, Rp70 ribu dan Rp15 ribu.

“Untuk masuk ke Suspension Bridge Rengganis itu ada tiga opsi, yaitu paket Rp100 ribu bisa masuk Kawah Rengganis, Suspension Bridge Rengganis, dapat bonus Situ Patengan dan Glamping Lakeside. Ada juga tiket reguler Rp70 ribu per orang, itu bisa masuk Suspension Bridge Rengganis sama Kawah Rengganis. Dan untuk kunjungan biasa itu di harga Rp15 ribu per orang, diluar parkir,” papar Hendri.

“Selain jembatan kita juga ada Kinara Resto untuk memfasilitas pengunjung yang merasa lelah, setelah bermain di Kawah Rengganis, kita sediakan fasilitas makanan sunda, kapasitas 150 sampai 200 orang,” jelasnya.

Karena pada Juni intensitas hujan di wilayah Kabupaten Bandung cukup tinggi, berdampak pada jumlah kunjungan ke Suspension Bridge Rengganis. Kata Hendri, berkurang hingga 25 persen. Dirinya berpesan kepada para pengunjung untuk menggunakan jaket saat berkunjung ke Suspension Bridge Rengganis ketika cuaca sedang hujan.

“Apabila masuk ke Suspension Bridge Rengganis saat kondisi hujan disarankan memakai jaket,” imbau Hendri.

Salah seorang wisatawan, Parwoto menuturkan Suspension Bridge Rengganis merupakan salah satu wahana objek wisata yang cukup menantang. Dirinya berkunjung ke Suspension Bridge Rengganis bersama komunitasnya yaitu Komunitas Toyota Rush Indonesia shelter Cikarang. Parwoto mengimbau wisatawan lain untuk berhati-hati dan mengutamakan keamanan.

“Bawa rombongan, sangat seru, cukup menantang, terlebih pas ditengah itu goyang-goyang jembatannya, sangat menantang,” pungkas Parwoto.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *