Karawang | Kontroversinews.- Anak merupakan amanah dan titipan dari Sang Khalik yang mesti dijaga dan mesti mendapat perlindungani. Baik dari perlindungan pendidikan formal, nonformal dan informal.
Guna mewujudkan hal tersebut, SMA Negeri 1 Cilamaya telah menerapkan Sekolah Ramah Anak (SRA). Adapun tujuan SRA adalah menghargai hak-hak anak, dan perlindungan anak dari kekerasan, diskriminasi, dan perlakuan salah lainnya, serta mendukung partisipasi anak terutama dalam perencanaan, kebijakan, pengawasan. serta mekasime pengaduan terkait, pemenuhan hak, dan perlindungan anak di pendidkan.
Menurut Kepala SMA Negeri 1 Cilamaya, R. Eman Sulaeman. M. Pd, ini merupakan sekolah ramah anak serta upaya mewujudkan pemenuhan hak dan perlindungan anak selama delapan jam anak berada di sekolah.
“Upaya SRA adalah untuk menjadikan sekolah ini, Bersih, Aman, Ramah, Indah, Inklusif, Sehat, Asri dan Nyaman ” kata Eman Sulaeman saat ditemui KONTROVERSINEWS di ruang kerjanya baru-baru ini.
Dibagian lain Eman menerangkan, SMA Negeri 1 Cilamaya memiliki 54 orang tenaga pengajar. Namun, saat dilaksanakan PPDB, sekolah ini sesuai petunjuk teknis PPDB Tahun 2019 dengan rombongan belajar (Rombel) 10 kelas. Sedangkan jumlah siswa baru hasil PPDB sebanyak 353 orang,
” Secara umum sudah memenuhi kuota PPDB, walaupun ada kekurangan siswa tapi jumlahnya tidak signifikan, hanya tujuh orang siswa,”jelasnya.
Bicara soal prestasi, menurut Eman Sulaeman prestasi yang dianggap menonjol oleh dia adalah prestasi di bidang cabang olah raga bola volly. Bahkan cabang olah raga tersebut pernah keluar sebahai juarai utama piala Unisma wilayah Karawang-Bekasi.
Selain itu, tambah dia masih di kejuaraan yang sama di Piala Unsika wilayah Karawang, Purwakarta, dan Bekasi SMA Negeri 1 Cilamaya juga pernah menyandang gelar juara. Sedangkan untuk Olah Raga Tradisional, sekolah ini dipercaya oleh Propinsi Jawa Barat untuk mewakili kejuaraan di tingkat propinsi yang digelar di Propinsi Bengkulu,” Prestasi ini merupakan kebanggan tersendiri bagi semua warga sekolah,”tuturnya.
Saat disinggung terkait kegiatan pelajaran ekstra kulikuler (Eskul), Eman Sulaeman lantas menjelaskan, kegiatan eSkul mencakup Paskibra, Tarung Drajat, Taji Malela, Panjat Tebing, Volly Ball, Pecinta Alam, dan sebagainya,” Kegiatan Eskul dilakukan di luar jam sekolah.” katanya
Adapun program lain diluar kegiatan sekolah, menurutnya SMA Negeri 1 Cilamaya Ikut serta mensukseskan dan mendukung Program Jabar Masagi yang dicanangkan oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil . Program tersebut meliputi Pendidilan Karakter Berbasis Budaya Jabar yang mengandung empat arti, yaitu Surti, Harti, Bukti, dan Bakti” Sekolah kami mendukung program Jabar Masagi,”tandasnya.
Diakhir perbincangan denga KONTROVERSINEWS, Eman Sulaeman mengaku demi sebuah kesuksesan dirinya tidak dapat bekerja sendiri tanpa adanya dukungan dari peran serta guru, komite sekolah, masyarakat setempat dan semua pihak. (Tatang/Agus).








