Siswa di Wajibkan Beli Buku di Kecamatan Cangkuang dan Pameungpeuk

- Pewarta

Kamis, 25 Juli 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kontroversinews – Kewajiban membeli buku tematik tingkat Sekolah Dadar (SD) masih dialami para siswa di SD Negeri kecamatan Cangkuang dan Pameungpeuk Kabupaten Bandung. Para siswa diperintahkan untuk membeli buku tematik 1 dan tematik 2 di salah satu toko di Soreang dan Banjaran.

AR (35), salah satu orangtua murid di sekolah negeri di kecamatan Cangkuang itu, Kamis (25/7/2019), mengaku, sejak anaknya duduk di kelas 1 hingga saat ini di kelas 3, setiap semester selalu dibebani untuk membeli buku. Kewajiban itu masih terjadi hingga saat ini, meski Pemerintah telah menetapkan agar sekolah tidak lagi membebani biaya pun karena telah dipenuhi dari biaya operasi sekolah (BOS).

Ilustrasi

“Setahu saya juga pemerintah kan sudah membebaskan biaya apa pun untuk seluruh siswa sekolah dasar. Tapi, kenapa ini masih saja terjadi kewajiban untuk membeli tematik,” katanya.

Apalagi, untuk memperoleh tematik itu, kata AR, dibeli di toko Soreang. AR mengaku tak dapat menolak perintah itu karena khawatir anaknya akan dikenai sanksi.

“Sempat sih ingin mempertanyakan masalah ini ke guru. Tapi setelah tanya ke orang tua siswa yang lain tetap harus beli buku tematik 1 dan tematik 2. Sementara, orangtua murid yang lain cuma omong-omong aja di belakang,” katanya.

Kewajiban membeli buku juga diungkapkan sejumlah orang tua siswa SD Negeri di Kecamatan Pameungpeuk saat mereka pulang sekolah. Salah satunya, ON (40). Ia mengatakan, buku itu bisa diperoleh di Toko dekat sekolah.

“Iya, memang harus beli tematik 1 sampai 3. Satu buku harganya Rp 25.000. Belinya di toko bahagia itu,” kata ON. (red)

Berita Terkait

Wali Kota Sebut DWP Pilar Utama Ketahanan Keluarga di Era Digital
Sejak Berdiri, Yayasan Pendidikan AMS Dinilai Kurang Mendapat Perhatian Dinas Pendidikan
Wakil Wali Kota : Guru Harus Terus Belajar, Mengajar dengan Hati, dan Berani Berinovasi
Pembangunan Ruang Kelas Rampung, PKBM ATTA AWUN Apresiasi Program Revitalisasi Pemerintah
Pendidikan Politik Bagi Pelajar, Tumbuhkan Generasi Kritis dan Berintegritas
Sekdis Disdik Jabar Tegas: Kepala Sekolah Penyimpang Dana BOS Akan Ditindak
Wakil Bupati Hadiri Peresmian PAUD KB Karangkamulyan, Dukung Pendidikan Anak Usia Dini
SPMB SMPN 1 Ciwidey 2025: 460 Siswa Diterima dari Kuota 484 Kursi

Berita Terkait

Rabu, 24 Desember 2025 - 13:30

Wali Kota Sebut DWP Pilar Utama Ketahanan Keluarga di Era Digital

Minggu, 14 Desember 2025 - 16:50

Sejak Berdiri, Yayasan Pendidikan AMS Dinilai Kurang Mendapat Perhatian Dinas Pendidikan

Kamis, 4 Desember 2025 - 08:37

Wakil Wali Kota : Guru Harus Terus Belajar, Mengajar dengan Hati, dan Berani Berinovasi

Senin, 1 Desember 2025 - 18:03

Pembangunan Ruang Kelas Rampung, PKBM ATTA AWUN Apresiasi Program Revitalisasi Pemerintah

Kamis, 13 November 2025 - 19:37

Pendidikan Politik Bagi Pelajar, Tumbuhkan Generasi Kritis dan Berintegritas

Berita Terbaru